"Memalukan, Ada Lahan Ganja di Kabupaten Tasikmalaya"

Kompas.com - 22/10/2020, 15:06 WIB
Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kota Tasikmalaya, Kompol Deni Syarif, menunjukkan hasil panen budidaya ganja di polybag yang digerebek di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKepala Seksi Pemberantasan BNN Kota Tasikmalaya, Kompol Deni Syarif, menunjukkan hasil panen budidaya ganja di polybag yang digerebek di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya Tuteng Budiman mengaku kecewa dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Tuteng, Pemkab Tasikmalaya tidak memberikan respons sedikit pun terkait pengungkapan budidaya ganja di wilayah Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.

Padahal, menurut Tuteng, selama ini BNN selalu mendapatkan temuan penyalahgunaan narkoba dalam jumlah besar di Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga: Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

Sebelumnya, BNN juga melakukan penggerebekan 13 kilogram sabu di Kabupaten Tasikmalaya.

"Bahkan, kita juga sudah ungkap beberapa PNS Kabupaten Tasikmalaya sebagai pemakai narkoba. Kami kecewa sampai sekarang tak ada respons terkait kerja sama pemberantasan narkoba di wilayah itu," kata Tuteng kepada wartawan di kantornya, Kamis (22/10/2020).

Tuteng mengatakan, hasil pengungkapan kasus narkoba di wilayah Kabupaten Tasikmalaya seharusnya diekspose secara besar-besaran oleh pemerintah daerah.

Hal ini guna memberikan efek jera kepada para pelaku penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, memberikan edukasi terhadap masyarakat akan bahaya narkoba dan hukuman bagi mereka yang masih berani mengonsumsi dan mengedarkan narkoba.

"Memalukan, ada lahan ganja di Kabupaten. Kasusnya banyak di Kabupaten justru hasil pengungkapan kami," kata Tuteng.

Baca juga: Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

 

Menurut Tuteng, BNN sudah mengajak Pemkab berkomunikasi, namun tidak juga direspon.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Depresi, Ibu di Kalsel Bunuh Dua Anaknya yang Masih Balita

Diduga Depresi, Ibu di Kalsel Bunuh Dua Anaknya yang Masih Balita

Regional
Jaksa Ajukan Banding terhadap Vonis Jerinx, Anggap Putusan Hakim Tak Berikan Efek Jera

Jaksa Ajukan Banding terhadap Vonis Jerinx, Anggap Putusan Hakim Tak Berikan Efek Jera

Regional
Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Regional
Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X