Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

Kompas.com - 22/10/2020, 13:59 WIB
45 batang pohon ganja dewasa dan siap semai dalam polybag diamankan di rumah adik mantan Wali Kota Serang, yang mengaku sudah tahunan budidaya ganja di Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/10/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA45 batang pohon ganja dewasa dan siap semai dalam polybag diamankan di rumah adik mantan Wali Kota Serang, yang mengaku sudah tahunan budidaya ganja di Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/10/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Tasikmalaya, Jawa Barat, terus menelusuri keberadaan ladang ganja yang diduga pernah ditanam oleh beberapa orang warga.

Lokasinya diduga dekat dengan kampung tempat tinggal M (50), yang ditangkap BNN karena menanam puluhan tanaman ganja di rumahnya.

Menurut BNN, M bekerja sama dengan beberapa warga sekitar kampungnya untuk menanam ganja di lahan terbuka milik masyarakat.

Baca juga: Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

"Informasi terbaru, ternyata pelaku selama ini pernah memberikan bibit hasil semaian budidaya ganjanya ke seseorang berinisial H, berjumlah banyak. Namun, pelaku tak mengetahui titik lokasi ladang ganja yang selama ini dikelola oleh H. Kita sedang cari," ujar Kepala BNN Kota Tasikmalaya Tuteng Budiman kepada wartawan di kantornya, Kamis (22/10/2020).

BNN memperkirakan, tanaman ganja yang ditanam di ladang tersembunyi itu sudah besar saat ini.

"Kalau ditemukan kebunnya, akan lebih besar lagi daripada hasil budidaya di polybag," kata Tuteng.

Baca juga: Cerita Jurnalis yang Diduga Tertular Virus Corona Saat Meliput Demo

Sampai saat ini, menurut Tuteng, para pelaku masih belum ditetapkan sebagai tersangka, karena masih menunggu total barang bukti hasil tanaman ganja yang diungkap.

Apabila nantinya jumlah barang bukti bertambah, pelaku utama bisa diancam hukuman seumur hidup sampai ancaman hukuman mati.

"Kalau dia memiliki 5 batang lebih bisa diancam 5 tahun. Jika puluhan batang dan bahkan ada kebunnya, bisa diancam langsung hukuman mati. Kita sedang proses di lapangan dan pemeriksaan pun terus jalan," ujar dia.

Tuteng berharap, semua warga setempat bisa terbuka jika ada informasi mengenai ladang ganja terkait komplotan M tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Regional
Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Regional
7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

Regional
Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Regional
Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Regional
Polisi Panggil Panitia Turnamen Sepak Bola yang Timbulkan Kerumunan

Polisi Panggil Panitia Turnamen Sepak Bola yang Timbulkan Kerumunan

Regional
238 Mahasiswa Positif Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Jadi Klaster Penularan Baru

238 Mahasiswa Positif Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Jadi Klaster Penularan Baru

Regional
Pelaku Penipuan Pembangunan Rumah Duafa di Aceh Ditangkap

Pelaku Penipuan Pembangunan Rumah Duafa di Aceh Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X