Karimunjawa Kembali Terima Wisatawan, Ganjar: Sedikit Ekslusif Dulu

Kompas.com - 14/10/2020, 22:26 WIB
Ilustrasi pemandangan salah satu pulau di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. shutterstock/Ari WidIlustrasi pemandangan salah satu pulau di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara dilakukan pengawasan ketat terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hal ini menyusul diumumkannya secara resmi pembukaan aktivitas wisata di Taman Nasional Karimunjawa mulai Jumat (16/10/2020).

“Saya minta Kadisporapar-nya untuk mengawasi. Syaratnya ketat. SOP-nya diikuti juga dengan ketat, kalau perlu semua menggunakan tes-tes yang tidak hanya rapid tapi PCR. Dan transportasi harus didata, dan beres," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Ganjar Bagikan Draf Lengkap UU Cipta Kerja ke Buruh dan Rektor: Monggo Diwaos

Ganjar berharap agar wisatawan memaklumi pembatasan ketat yang dilakukan dalam pembukaan wisata Karimunjawa.

“Saya sampaikan mohon maaf kalau kemudian, mungkin agak sedikit ekslusif dulu. Mungkin biayanya agak tinggi, mungkin. Tapi karena kita butuh sesuatu yang lebih ketat maka itu jauh lebih baik,” jelasnya.

Meskipun Karimunjawa berstatus zona hijau Covid-19, tapi Ganjar mewanti-wanti kepada pelaku pariwisata untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya agar Karimunjawa tetap berstatus zona hijau dan mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Banyak teman-teman aktivis pariwisata mengatakan kan sudah zona hijau, kan engga apa-apa. Justru harus di protect. Kalau kemudian nanti yang masuk tidak kita kasih barrier, tidak kita kasih syarat, SOP yang ketat, saya khawatir yang datang ini nanti bikin kamu orange dan merah kan bahaya,” tegasnya.

Baca juga: Ganjar soal Bupati Blora Joget Dangdut Tanpa Masker: Tim Operasi Yustisi Bisa Menindak

Ganjar berharap adanya kesadaran diri dari semua pihak untuk beradaptasi kebiasaan baru terkait kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan.

“Nah kalau ini bisa ketat, justru ini bisa kita jadikan SOP dan percontohan. Makanya buka sedikit dulu, ujicoba dulu, kontrol yang superketat agar ini nanti bisa menjadi Adaptasi kebiasaannya. Nah adaptasi kebiasaan dalam satu proses itu akan menjadi pengawasan dari dinas,” tandasnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi mengatakan Taman Nasional Karimunjawa akan dibuka kembali untuk aktivitas pariwisata mulai 16 Oktober mendatang tapi dengan pembatasan ketat.

"Setelah sebelumnya dilakukan simulasi dua kali bersama pihak-pihak terkait. Kami syaratkan ketersediaan sarana prasarana dan pembatasan jumlah wisatawan yakni 100 orang setiap minggu sekali," jelasnya.

Baca juga: Naik ke Mobil Komando dan Orasi di Depan Buruh, Ganjar: Daripada Rusuh, Saya Temani

Selain itu, persyaratan bagi wisatawan yang akan berkunjung wajib dilakukan rapid test dan swab test.

"Kemudian anak dibawah 10 tahun, ibu hamil dan lansia, terutama yang mempunyai riwayat penyakit jantung dan hipertensi dianjurkan untuk tidak ke Karimunjawa," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.