Keluarga Pemilik Resto Legian Laporkan Dugaan Pembakaran ke Polisi

Kompas.com - 09/10/2020, 18:26 WIB
Keluarga pemilik Legian Restaurant di Jalan Malioboro saat membuat laporan di SPKT Polda DIY KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAKeluarga pemilik Legian Restaurant di Jalan Malioboro saat membuat laporan di SPKT Polda DIY

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga pemilik Restoran Legian di Malioboro melaporkan kasus dugaan pembakaran ke polisi.

Restoran yang berlokasi di selatan gedung DPRD DIY itu diduga dibakar demonstran saat aksi menolak UU Omnibus Law.

"Kami sebagai tim kuasa hukum dari keluarga pemilik Restoran Legian esmi melakukan pelaporan terhadap dugaan tindak pidana pembakaran," ujar Alofi saat ditemui di Polda DIY, Jumat (09/10/2020).

Alofi menyampaikan, dugaan tindak pidana pembakaran terjadi pada Kamis (8/10/2020), sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Resto Legian Malioboro Yogya Diduga Dibakar Massa Saat Demo Tolak Omnibus Law

Akibat peristiwa tersebut, kliennya mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta.

"Peristiwa itu terjadi pada saat seseorang yang sudah tertangkap bukti CCTV. Jadi di rekaman CCTV itu ada pelemparan molotov yang mengenai Resto Legian," urainya.

Pihaknya telah menyertakan bukti rekaman kamera CCTV saat membuat pelaporan.

"Saat ini kita percayakan pada pihak Polda DIY untuk segera menindaklanjuti laporan ini. Sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran cerita atau berita, yang sebenarnya pihak resto menjadi korban dalam peristiwa kemarin," tuturnya.

Dia berharap pelaku pembakaran bisa segera ditangkap.

"Keluarga menginginkan perkara ini tuntas dan jelas, siapa pelakunya bisa segera ditangkap dan diproses hukum. Karena sudah membuat Yogyakarta tidak aman dan nyaman untuk berbisnis maupun pariwisata," ucapnya.

Baca juga: Ikut Demo di DPRD DIY, 8 Mahasiswa UAD Terluka

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto membenarkan pihak Restoran Legian telah membuat laporan resmi ke polisi.

"Saat ini pelapor sedang memberikan keterangan di Reskrimum," ujarnya.

Pelapor, lanjutnya, tidak mengetahui siapa pelaku pembakaran.

"Pelapor menyampaikan ada orang yang melempar molotov dari jalan ke arah kafe (Restoran Legian)," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Restoran Legian di Malioboro, Yogyakarta yang berlokasi di selatan gedung DPRD DIY diduga dibakar demonstran yang menolak UU Omnibus Law.

Menurut warga sekitar Edi (35), api mulai membesar pada 15.20 WIB dan dapat segera dipadamkan oleh pemadam kebakaran sekitar pukul 15.45 WIB.

"Ada bau bensin atau minyak tanah di sekitar lokasi restoran yang terbakar," kata Edi, Kamis (8/10/2020).

Kapolresta Yogyakarta Kombes Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, dirinya tidak melihat langsung kejadian Legian Resto terbakar lantaran ia tidak bisa keluar dari Gedung DPRD DIY.

"Terkait rumah makan yang dibakar saya belum mengetahui penyebabnya apakah dimolotov atau tidak. Bisa dilihat sendiri kondisinya," katanya.

Ia mengungkapkan, ada beberapa kendaraan anggota kepolisian yang juga mengalami kerusakan, beberapa kendaraan juga terbakar.

"Tetapi kami belum merinci berapa motor, mobil anggota yang mengalami kerusakan. Ada motor anggota yang dibakar," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paket Susu Kotak untuk Penghuni Lapas di Cianjur Ternyata Narkoba

Paket Susu Kotak untuk Penghuni Lapas di Cianjur Ternyata Narkoba

Regional
Mesum dengan Oknum Polisi di Ruang Isolasi RSUD Dompu, Perempuan Ini Terinfeksi Covid-19

Mesum dengan Oknum Polisi di Ruang Isolasi RSUD Dompu, Perempuan Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
PPKM Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Pengingat untuk Warga

PPKM Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Pengingat untuk Warga

Regional
Pemalsu Surat Hasil Rapid Test di Kalteng Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Surabaya

Pemalsu Surat Hasil Rapid Test di Kalteng Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Surabaya

Regional
Gas Proyek Geothermal Diduga Menewaskan 5 Warga, Memicu Keributan hingga Kendaraan Dirusak

Gas Proyek Geothermal Diduga Menewaskan 5 Warga, Memicu Keributan hingga Kendaraan Dirusak

Regional
Viral Suara Dentuman, Sinar, dan Sinyal Misterius 20 Detik, Ini Kata Lapan, BMKG, dan BPBD

Viral Suara Dentuman, Sinar, dan Sinyal Misterius 20 Detik, Ini Kata Lapan, BMKG, dan BPBD

Regional
Terungkap, Aksi Perampokan Uang Rp 563 Juta di Semarang Didalangi Orang Dalam, Ini Faktanya

Terungkap, Aksi Perampokan Uang Rp 563 Juta di Semarang Didalangi Orang Dalam, Ini Faktanya

Regional
Unik, Pohon Pisang Seribu Milik Risma, Panjang Tandan Hampir 2 Meter

Unik, Pohon Pisang Seribu Milik Risma, Panjang Tandan Hampir 2 Meter

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah' | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

[POPULER NUSANTARA] "Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah" | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

Regional
Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Regional
Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Regional
PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

Regional
Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Regional
Wali Kota Magelang: Izinkan Saya Perpanjang PPKM

Wali Kota Magelang: Izinkan Saya Perpanjang PPKM

Regional
Tak Ingin Mengemis, Pria Tanpa 2 Kaki Ini Berjualan Keripik dengan Merangkak

Tak Ingin Mengemis, Pria Tanpa 2 Kaki Ini Berjualan Keripik dengan Merangkak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X