Kompas.com - 07/10/2020, 09:53 WIB
Petugas gabungan menginterogasi seorang pemuda yang kedapatan membawa ratusan pil koplo usai terjaring operasi yustisi di depan Kantor Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Selasa (6/10/2020). KOMPAS.com/Tresno SetiadiPetugas gabungan menginterogasi seorang pemuda yang kedapatan membawa ratusan pil koplo usai terjaring operasi yustisi di depan Kantor Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Selasa (6/10/2020).

TEGAL, KOMPAS.com - Seorang pemuda asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Johan (20) terpaksa harus berurusan dengan Satnarkoba Polres Tegal Kota karena kedapatan membawa 549 butir pil hexymer.

Pemuda dengan banyak tato di lengannya ini awalnya diamankan petugas gabungan Satpol PP dan TNI Polri saat operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di depan Kantor Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Selasa (6/10/2020).

Informasi yang diterima Kompas.com, kejadian bermula saat terduga pelaku kedapatan tidak memakai masker dan mengendarai sepeda motor dengan membonceng dua teman perempuannya.

"Saat itu sempat disetop petugas karena tidak pakai masker dan helm namun tetap melaju. Akhirnya dikejar petugas dan digiring ke kantor kelurahan," kata Iskandar, petugas Satpol PP di lokasi.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal, Tambah 33 Orang 1 Meninggal, Ada Klaster Penginapan

Karena gerak-geriknya mencurigakan, pemuda itu akhirnya digeledah polisi.

Polisi menemukan ratusan pil hexymer dari tas yang dikenakan pemuda tersebut.

Petugas selanjutnya menghubungi pihak Satuan Narkoba Polres Tegal Kota.

Di hadapan petugas, Johan mengaku membeli barang haram tersebut dari seseorang di Jakarta.

"Ini obat penenang saya baru beli untuk konsumsi sendiri, tidak untuk dijual. Belinya di Jakarta," kata Johan.

Sementara dua teman perempuannya berinisial A (20) dan W (17) mengaku baru mengenal terduga pelaku.

"Saya sempat makan satu butir. Tapi kata dia (Johan) itu vitamin. Tapi saya tidak tahu dia bawa sebanyak itu," kata W.

Baca juga: Bawaslu Mojokerto: Ada 9 Kali Kampanye yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Kasat Narkoba Polres Tegal Kota Iptu Slamet Sugiharto mengatakan, terduga pelaku masih dimintai keterangan di Mapolres Tegal Kota.

"Hasil interogasi sementara memang dia mengaku memiliki barang untuk dikonsumsi sendiri. Setelah dihitung ada 549 butir pil yang diduga hexymer," kata Slamet melalui sambungan telepon.

Slamet mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan asal usul barang tersebut.

Termasuk apakah barang tersebut diperjualbelikan secara bebas.

"Kita masih periksa, termasuk darimana asalnya," kata Slamet.

Menurut Slamet, pil hexymer tidak boleh diperjualbelikan secara bebas tanpa resep dari dokter.

"Obat itu dilarang kalau tanpa izin edar. Kalau ada resep dari dokter dan dikonsumsi sendiri tidak masalah," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X