Api Abadi Mrapen Padam, Ini Opsi yang Bisa Dipertimbangkan agar Bisa Kembali Menyala

Kompas.com - 03/10/2020, 19:38 WIB
Juru kunci Api Abadi Mrapen, Ali Mudzakir (kanan) disaksikan Bupati Grobogan Sri Sumarni (kiri) mengambil api untuk ASEAN School Games (ASG) 2019 di Desa Manggarmas, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (17/7/2019). Api tersebut kemudian dibawa ke Semarang untuk prosesi pembukaan ASG) 2019 yang diikuti 10 negara di Asia Tenggara dengan mempertandingkan sembilan cabor yang berlangsung 17-25 Juli 2019. ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHOJuru kunci Api Abadi Mrapen, Ali Mudzakir (kanan) disaksikan Bupati Grobogan Sri Sumarni (kiri) mengambil api untuk ASEAN School Games (ASG) 2019 di Desa Manggarmas, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (17/7/2019). Api tersebut kemudian dibawa ke Semarang untuk prosesi pembukaan ASG) 2019 yang diikuti 10 negara di Asia Tenggara dengan mempertandingkan sembilan cabor yang berlangsung 17-25 Juli 2019.

KOMPAS.com - Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, padam, Jumat (25/9/2020).

Dugaan sementara, api padam disebabkan pengeboran sumber mata air yang berjarak 200 meter dari lokasi. Pengeboran mengakibatkan sumbe gas bocor.

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Grobogan, Haerudin mengatakan, akan ada upaya percepatan agar api abadi kembali menyala.

Baca juga: Api Abadi Mrapen Padam Diduga karena Pengeboran Sumber Mata Air

Namun, opsi itu memerlukan kajian mendalam.

"Tadi saya sudah ke sana meninjau lokasi. Yang paling logis yakni mencari sumber gas baru yang kemudian nanti disalurkan ke titik lokasi Api Abadi Mrapen. Tapi itu teknis banget, perlu kajian dan perhitungan yang matang," kata Haerudin, dikutip dari Tribunjateng.com, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Api Abadi Mrapen Padam Total, Ini Pasang Surut dan Sejarahnya

Kasi Energi ESDM Wilayah Kendeng Selatan Sinung Sugeng Arianto menyampaikan solusi serupa.

Dia menyebut salah satu opsi untuk memulihkan sumber api abadi adalah mencari sumber gas baru yang ada di dekat lokasi.

Namun, opsi itu memerlukan kajian teknis yang matang.

 

Sebelumnya diberitakan, Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan padam pada Jumat (25/9/2020).

Kepala Desa Manggarmas Ahmad Mufid menyebut api sempat meredup hingga akhirnya padam total.

"Sudah sepekan ini apinya padam dan belum menunjukkan tanda-tanda nyala api," kata Mufid.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah meminta Dinas ESDM Jateng memeriksa sekaligus menangani terkait penyebab padamnya Api Abadi Mrapen.

Dia juga meminta para ahli untuk melakukan tindakan. (Penulis: Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor: Dony Aprian)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul: Baru Pertama dalam Sejarah Api Abadi Mrapen Padam, Ini Dugaan Penyebabnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X