Wagub Jabar Ditolak Masuk Pesantren Saat Bawa Tim Pemeriksa Covid-19

Kompas.com - 01/10/2020, 19:14 WIB
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, saat berada di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Kamis (1/10/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, saat berada di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Kamis (1/10/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku tak diizinkan masuk oleh pimpinan salah satu pondok pesantren (ponpes) besar di Kabupaten Tasikmalaya, saat membawa tim medis untuk pemeriksaan para santri atau keluarga besar yang diduga terpapar Covid-19 pada Kamis (1/10/2020).

Meski demikian, Uu sangat menghormati dan menghargai keputusan para pengurus dan pimpinan ponpes tersebut karena itu merupakan hak dan kewenangannya.

"Jadi, kami sangat menghargai kepada Pak Kiai, karena yang mengetahui dan memahami pesantren adalah Pak Kiai. Saya mau hadir ke situ, tapi belum dikasih izin. Saya datang dengan tim medis dan perlengkapan lengkap sesuai protap untuk pemeriksaan Covid-19," jelas Uu kepada wartawan di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Kamis (1/10/2020).

Baca juga: Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Uu pun sempat meminta bantuan pejabat sementara Bupati Tasikmalaya untuk memfasilitasi agar ia dan tim medis dengan perlengkapan Covid-19 bisa masuk untuk pemeriksaan dan koordinasi kondisi terkini.

Tapi, upaya tersebut tetap belum membuahkan hasil. Uu belum bisa diizinkan masuk ke pesantren tersebut. 

Uu mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa di salah satu pesantren besar tersebut terdapat keluarga dan beberapa santri serta siswa sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Apalagi pesantren besar tersebut berada dalam satu komplek dengan warga setempat, rumah keluarga besar pesantren serta beberapa bangunan sekolah.

"Saya sempat minta bantuan Pjs Bupati Tasikmalaya untuk bisa masuk, tapi tetap belum bisa diizinkan. Sekali lagi, meski tetap nggak bisa, saya sangat menghargai keputusan Pak Kiai," tambah Uu.

Uu pun berjanji akan tetap memantau perkembangan penyebaran Covid-19 di pesantren itu meski tak bisa secara langsung menemui pimpinan ponpes tersebut.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya: Anggaran Kami Minim dan Tenaga Medis Kewalahan

Wagub Uu akan secepatnya memberikan bantuan penanganan medis di pondok pesantren itu.

"Makanya saya pun bersama gubernur Jabar minta ke pemerintah pusat untuk segera mencairkan anggaran penanganan Covid-19 bagi pesantren, kabupaten dan kota yang terdampak," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mencari Jejak 'Mr Black'' Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Mencari Jejak "Mr Black"" Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Regional
5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

Regional
Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Regional
Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Regional
Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Regional
Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X