Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Kompas.com - 01/10/2020, 12:13 WIB
Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan saat ditemui di Hotel Santika Cipanas Garut, Kamis (01/10/2020) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGKetua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan saat ditemui di Hotel Santika Cipanas Garut, Kamis (01/10/2020)

GARUT, KOMPAS.com – Banyaknya kepala daerah yang mencalonkan kembali (incumbent) dalam Pilkada di 8 kabupaten/kota di Jawa Barat, membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, memfokuskan pengawasan pelaksanaan Pilkada pada netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Karena melihat trendnya marak juga, ini jadi konsen Bawaslu Jabar di delapan kabupaten/kota (yang melaksanakan Pilkada),” jelas Abdullah Dahlan, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Kamis (01/10/2020) di Hotel Santika, Cipanas Garut usai membuka rapat kerja pengelolaan pelayanan data informasi publik bagi Bawaslu Kabupaten/kota di Jawa Barat.

Baca juga: Daftar 10 Pilkada Paling Disorot Media, dari Pilkada Surakarta, Medan, hingga Nama Jokowi

Menurut Dahlan, hingga saat ini saja, Bawaslu Jawa Barat sudah menerima 72 kasus laporan pelanggaran yang 30 diantaranya adalah pelanggaran hukum lain. Pelanggaran hukum lain ini, didominasi oleh laporan netralitas ASN yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.

“Pelanggaran hukum lain, didominasi oleh laporan netralitas ASN. Isu ini jadi isu prioritas strategis kami dalam pengawasan,” tegasnya.

Dahlan menuturkan, salahsatu strategi Bawaslu untuk mengawal netralitas ASN dalam Pilkada ini diantaranya adalah, dengan cara melakukan pengawasan secara melekat secara struktural.

Karena, Bawaslu saat ini juga sudah memiliki jejaring hingga tingkat desa. Masyarakat pun, dilibatkan dalam upaya mengawasi dan pencegahan.

Baca juga: Bawaslu: 224 Calon Petahana Berpotensi Salah Gunakan Netralitas ASN di Pilkada

Selain soal netralitas ASN, menurut Dahlan, karena banyaknya incumbent yang kembali mencalonkan diri atau mencalonkan keluarganya dalam Pilkada.

Bawaslu juga akan mengawasi kebijakan-kebijakan pemerintah daerah agar program-program pemerintah tidak dimanfaatkan untuk kepentingan Pilkada oleh petahana.

“Yang juga jadi fokus soal potensi kebijakan daerah, jangan sampai program-program pemerintah dimanfaatkan, seperti bantuan Covid-19 misalnya, apalagi banyak incumbent yang maju, ini jadi potensi kerawanan,” katanya.

Pilkada Jabar

Dahlan menuturkan, dari 8 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada di Jawa Barat sedikitnya ada enam daerah yang kepala daerahnya kembali mencalonkan diri yaitu Pilkada Kota Depok, Karawang, Cianjur, Tasik, Pangandaran dan Indramayu.

Sementara, untuk Kabupaten Bandung, istri kepala daerahnya saat ini maju dalam Pilkada.

“Jangan sampai, instrumen kebijakan negara dan aktornya (ASN) menjadi bagian dan mengambil peran pemenangan. Prinsip fairness dalam Pemilu itu, instrumen kebijakan negara wajib netral agar pelaksanaannya fair,” katanya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembantu Bunuh Majikannya di Bandung karena Pelaku Sering Dipukuli Korban

Pembantu Bunuh Majikannya di Bandung karena Pelaku Sering Dipukuli Korban

Regional
Polisi Tangkap 9 Preman Bawa Sajam di Solo, 10 Masih DPO

Polisi Tangkap 9 Preman Bawa Sajam di Solo, 10 Masih DPO

Regional
325 Rumah di Demak Rusak Diterjang Puting Beliung, 5 Roboh

325 Rumah di Demak Rusak Diterjang Puting Beliung, 5 Roboh

Regional
Dua Besan Bertengkar, Lalu Berujung Pembacokan, Ini Kronologinya

Dua Besan Bertengkar, Lalu Berujung Pembacokan, Ini Kronologinya

Regional
Cerita Budi dan Yudha Berbagi Kasih untuk Nakes lewat Pempek

Cerita Budi dan Yudha Berbagi Kasih untuk Nakes lewat Pempek

Regional
5 Remaja Dipanggil Polisi karena Joget Erotis di Zebra Cross, Alasannya demi Konten Tiktok

5 Remaja Dipanggil Polisi karena Joget Erotis di Zebra Cross, Alasannya demi Konten Tiktok

Regional
Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma...

Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma...

Regional
Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Regional
Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Regional
Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Regional
Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Regional
Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Regional
Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X