Jadi Relawan Uji Vaksin, Ridwan Kamil Jalani Proses Pengambilan Darah

Kompas.com - 30/09/2020, 16:12 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat hadir dalam proses uji klinis vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat hadir dalam proses uji klinis vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah menjalani dua kali penyuntikan calon vaksin Covid-19, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali mendatangi Puskesmas Garuda di Kota Bandung, Rabu (30/9/2020).

Kedatangan kali ini untuk melakukan proses pengambilan sampel darah.

Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Ade Adhyaksa juga turut hadir dalam kunjungan keempat itu.

Baca juga: Mencoret Mushala dan Merusak Al Quran, Pemuda 18 Tahun Jadi Tersangka

"Ini adalah proses pengambilan darah dari para relawan setelah dua kali penyuntikam proses vaksin dilakukan. Standar pengambilan darah pada umumnya. Pengambilan darah pertama hasilnya bagus," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil saat ditemui usai pemeriksaan.

Pengetesan darah pasca suntik vaksin diharapkan mampu meningkatkan antibodi mendekati 90 persen.

Setelah pengambilan darah, pemantauan akan dilakukan hingga Desember 2020 mendatang.

"Setelah ini, harusnya darah kami bereaksi yang harapannya reaksinya peningkatan antibodi sesuai yang diharapkan mendekati 90 persen. Sehingga dikategorikan memiliki imunitas terhadap Covid. Tidak bisa sekali, pengetesan terakhir Desember dan final dan akan diteliti hasil akhirnya," kata Emil.

Baca juga: Beraksi Sendiri, Ini Motif Pelaku Mencoret Mushala dan Merobek Al Quran

Emil pun berharap rangkaian uji klinis ini bisa berjalan lancar agar proses produksi vaksin bisa segera dilakukan oleh Biofarma.

Meski sudah hadir vaksin merek lain, Emil berharap vaksin Sinovac ini bisa diandalkan lantaran dibuat di dalam negeri.

"Saya amati ada merek vaksin lain, tapi jumlahnya terbatas dan tidak diproduksi di dalam negeri," kata Emil.

Saat ini, menurut Emil, pemerintah pusat sedang melakukan simulasi penyebaran logistik vaksin ke berbagai daerah.

"Saya menyampaikan secara trasnparan, harus siap secara mental. Proses ini mungkin sepanjang tahun 2021, sehingga normalitasnya baru bisa hadir tahun 2022. Sesuatu yang tidak enak didengar, tapi harus bersiap dengan proses yang panjang ini. Penyuntikan, distribusi, dan lain-lain," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X