Sampai 1.700 Kasus, Klaster Keluarga di Banten Dominasi Jumlah Positif Covid-19

Kompas.com - 17/09/2020, 15:08 WIB
Ilustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona

SERANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti menyebutkan penyebaran Covid-19 di daerahnya didominasi dari klaster keluarga.

" Klaster keluarga itu ada sekitar 1.700 dari 3.754 kasus Covid-19 di Banten," kata Ati kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Banten. Kamis (17/9/2020).

Dikatakan Ati, dalam satu bulan terakhir kasus Covid-19 dari klaster keluarga mengalami peningkatan.

Peningkatan disebabkan belum disiplinnya pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Sehingga potensi penulannya sangat tinggi.

Baca juga: Tes Swab di Kota Serang Jauh dari Standar WHO, Baru 2.200 Sampel

"Ketika ada satu anggota keluarga yang tertular, kemudian dia (pasien) diisolasi mandiri dia itu tidak disiplin menerapkan tata cara isolasi mandiri dirumah. Sehingga dia potensi penularannya tinggi kepada anggota keluarganya yang lain," ujar Ati.

Menurut Ati, keputusan pasien positif dilakukan isolasi mandiri di rumah karena memang tidak memiliki gejala hingga ringan.

Namun, pada proses isolasi mandiri tersebut tidak dilakukan pemantauan selama 24 jam oleh petugas medis setempat.

Baca juga: PSBB Kota Serang, Warga Diminta Tidak Keluar Daerah, Terminal Akan Ditutup

"Isolasi mandiri dirumah kelemahannya itu ketika pasien tidak disiplin mentaati tata cara isolasi madiri maka dapat menularkan, apalagi pemantauan oleh petugas kesehatan tidak 24 jam," kata Ati.

Tapi, lanjut Ati, keuntungan dilakukannya isolasi mandiri kepada pasien positif dengan gejala ringan hingga sedang mengurangi okupansi rumah sakit.

"Kalau semua OTG sedang hingga berat dirawat di rumah sakit khawatir pasien Covid-18 sedang hingga berat tidak dapat kamar atau penuh," katasnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Regional
Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Regional
Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Probolinggo Saat 2 Warga Bersihkan Lahan

Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Probolinggo Saat 2 Warga Bersihkan Lahan

Regional
Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Karawang?

Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Karawang?

Regional
2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

Regional
Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Regional
Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Regional
Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Regional
Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Regional
Truk dan Mobil Tabrakan, Relawan Penyeberang Jalan Jadi Korban

Truk dan Mobil Tabrakan, Relawan Penyeberang Jalan Jadi Korban

Regional
Saksikan Debat Publik Terakhir Pilkada Surabaya Malam Ini di Kompas TV

Saksikan Debat Publik Terakhir Pilkada Surabaya Malam Ini di Kompas TV

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X