Ada 10 Klaster Penyebaran Covid-19 di Boyolali

Kompas.com - 15/09/2020, 14:17 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19

BOYOLALI, KOMPAS.com- Virus corona terus menyebar di Boyolali, Jawa Tengah. Hingga kini tercatat ada 10 klaster penularan di kabupaten tersebut.

Dinas Kesehatan Boyolali menyebutkan, 10 klaster yang hingga kini dinyatakan masih aktif adalah klaster pengawas pemilu, klaster petugas lapangan, klaster pasien berinisial SUG Desa Gunung, klaster Baitul Maal wat Tamwil, dan klaster Pasar Peterongan.

"Ada pula klaster Jakarta, klaster Lamaran, klaster nakes, klaster Merti Desa dan klaster BPJS," kata Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, saat dihubungi, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Disorot Ganjar soal Kenaikan Kasus Covid-19, Ini Tanggapan Dinkes Boyolali

Ratri mengatakan dari 10 klaster itu, klaster pengawas pemilu mencatat kasus positif Covid-19 paling banyak di Kabupaten Boyolali.

"Klaster yang terbanyak itu berasal dari hasil screening pada petugas Bawaslu. Sampai tingkat desa dan kecamatan. Ada 103 yang positif," terang dia.

Guna menghindari penularan yang lebih luas, Dinas Kesehatan Boyolali meminta masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Seperti memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak, menghindari kegiatan berkerumun dan selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

Baca juga: Lima Klaster Penularan Covid-19 di Boyolali Masih Berjalan dan Berkembang

"Semoga dengan kerja sama kita bersama dari pemerintah maupun masyarakat kasus Covid-19 di Boyolali ini bisa segera dihentikan penularannya," kata dia.

 

Di sisi lain, Ratri mengatakan Covid-19 bukan merupakan penyakit yang sifatnya kronis, tetapi bersifat akut.

Warga yang terkena penyakit ini bisa sembuh sempurna.

"Kami minta masyarakat supaya tidak memberikan stigma negatif kepada orang yang terkena Covid-19," tandas Ratri.

Baca juga: Ada Sanksi Sosial dan Denda Rp 50.000 untuk Pelanggar Protokol Covid-19 di Boyolali

Sementara itu, berdasarkan data terakhir yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Boyolali pada Senin (14/9/2020) tercatat ada 700 kasus.

Adapun rinciannya masih dirawat ada 127 orang, isolasi mandiri 204 orang, sudah selesai isolasi 346 orang dan meninggal dunia 23 orang.

"Dengan data tersebut, kondisi di Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 49 persen, sedangkan persentase kematian ada tiga persen," terangnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Regional
Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Regional
Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Regional
Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Regional
Beruang Madu Hendak Seberangi Jalan Raya, Ini Dugaan Penyebabnya

Beruang Madu Hendak Seberangi Jalan Raya, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Video Sesama Polisi Diduga Ribut Saat Demo di Jambi, Ini Penjelasan Polda

Video Sesama Polisi Diduga Ribut Saat Demo di Jambi, Ini Penjelasan Polda

Regional
Menyoal Penggunaan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan, Pemilik Sebut untuk Kenangan Menikah Saat Pandemi

Menyoal Penggunaan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan, Pemilik Sebut untuk Kenangan Menikah Saat Pandemi

Regional
Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Regional
7 Penyusup Demo Mahasiswa di Banjarmasin Dipulangkan Setelah Dijemput Orangtuanya

7 Penyusup Demo Mahasiswa di Banjarmasin Dipulangkan Setelah Dijemput Orangtuanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X