Kompas.com - 14/09/2020, 12:01 WIB
Tugu Selamat Datang di Sumedang Kota Tahu banjir kritikan. Dalam waktu dekat, Pemkab Sumedang akan mengganti dengan tugu baru. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHTugu Selamat Datang di Sumedang Kota Tahu banjir kritikan. Dalam waktu dekat, Pemkab Sumedang akan mengganti dengan tugu baru. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Setelah banjir kritik dari netizen di sejumlah media sosial Facebook, tugu Selamat Datang di Sumedang Kota Tahu, akhirnya akan diganti.

Gapura yang berlokasi di Jalan Raya Bandung-Sumedang, tepatnya di wilayah Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terus dikritik netizen dalam beberapa bulan terakhir.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir memastikan, pembangunan tugu baru sebagai pengganti tugu lama yang banjir kritikan tersebut akan segera dilaksanakan.

"Insya Allah, pembangunan renovasi gapura selamat datang akan dilaksanakan akhir tahun ini," ujar Dony kepada Kompas.com melalui pesan instan WhatsApp, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Proyek Tol Cisumdawu Sumedang, 2 Tewas 4 Luka-luka

Dony mengatakan, banjirnya kritikan netizen soal gapura selamat datang di Sumedang Kota Tahu tersebut memang pantas disampaikan.

Karena, kata Dony, desain gapura yang ada saat ini tidak futuristik, tidak bernilai seni, bahkan terkesan seadanya, dan tidak menggambarkan sebagai kota seni dan budaya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada warga Sumedang dan netizen yang telah menyampaikan beragam kritikannya di media sosial," tutur Dony.

Dony menuturkan, ke depan, gapura baru yang akan dibangun akan mengacu pada Perda tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS) dengan desain dan ornamen bercitarasa seni dan budaya Sunda.

Baca juga: Pulang dari Jakarta Jatuh Sakit, Warga Sumedang Meninggal akibat Covid-19

Dony menyebutkan, desain gapura baru nanti juga akan menggabungkan, perpaduan antara budaya dan teknologi.

"Di mana, holografinya nanti bisa berubah-ubah sesuai desain program ikon-ikon Sumedang. Mulai dari penari jaipong, Mahkota Binokasih, Kuda Renggong, dan ikon lainnya. Di sekitar gapura nantinya juga akan ada taman dan tempat duduk untuk beristirahat atau swafoto," kata Dony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.