Jajan di Pasar Bendungan, RH Sembunyikan Uang Palsu di Balik Bra, Ini Kronologinya

Kompas.com - 12/09/2020, 15:20 WIB
Uang Rupiah palsu yang dimusnahkan Bank Indonesia dan Polri di Jakarta, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAUang Rupiah palsu yang dimusnahkan Bank Indonesia dan Polri di Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - RR alias B (55) seorang perempuan warga Kelurahan Banjarsari, Kapanewon, Kalibawang ditetapkan sebagai tersangka kasus uang palsu di Pasar Bendungan, Kulon Progo.

Saat ditangkap, polisi menemukan 12 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 yang disembunyikan RR di balik bra yang ia kenakan.

Kasus tersebut berawal saat RR belanja jajanan pasar di kios milik Suginem (57) di Pasar Bandungan pada Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 07.30 WIB.

Seperti biasanya, kondisi kios Sugunem cukup ramai. RR kemudian belanja jajanan pasar seharga Rp 15.000. Ia pun menyerahkan yang Rp 100.000 ke Suginem.

Baca juga: Seorang Perempuan Menyembunyikan Uang Palsu di Dalam Bra

Karena kerap mendapatkan uang palsu pecahan Rp 100.000, Suginem menyerahkan uang tersebut ke anaknya, Evi.

Setelah dicek, Evi menyakini jika uang tersebut adalah uang palsu. Ia pun mengembalikan uang tersebut ke RR dan diganti Rp 50.000. RR kemudian pergi meninggalkan kios milik Suginem.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya minta pembeli itu mengganti pakai uang lain saja. Ia ganti dengan uang Rp 50.000, kemudian dia pergi jalan ke lorong itu,” kata Evi.

Baca juga: Jajan Pakai Uang Palsu, Emak-emak Dikejar dan Ditangkap Pedagang Pasar

Ternyata di saat bersamaan, anak Suginem yang lain melaporkan kejadian tersebut ke satpam pasar. RR kemudian dikejar dan dibawa ke pos sekuriti untuk diperiksa.

Suharno (55) satpam pasar mengatakan saat diperiksa, ia tak menemukan uang palsu di dompet dan motor perempuan tersebut.

Namun setelah diserahkan ke polisi, baru diketahui jika RR menyimpang uang palsunya di balik branya.

“Saya tidak sampai menggeledah sampai ke balik baju dan dada,” kata Suharno.

Baca juga: Belanja Pakai Uang Palsu, Perempuan Ini Incar Kembalian agar Untung

Suharno mengatakan, selain Suginem, banyak pedagang di Pasar Bendungan yang menjadi korban uang palsu. Namun tidak ada satu pun pelaku yang tertangkap.

Karena kesal, pedagang pun menyerahkan RR ke polisi.

“Banyak pedagang pasar di sini pernah mengalami mendapat uang palsu. Karena itu, kami laporkan ke polisi kejadian ini. Orangnya dibawa ke polisi,” kata Suharno.

“Informasi terakhir, polisi yang tadi ke (pasar) sini mengatakan kalau menemukan 12 lembar uang palsu itu disimpan di balik kutang,” kata Suharno.

Baca juga: Diduga Pakai Uang Palsu, Seorang Wanita Ditangkap Pedagang Usai Belanja di Pasar

Digeledah oleh polwan

Ilustrasi borgol.SHUTTERSTOCK Ilustrasi borgol.
Sementara itu Kepala Sub Bagian Humas Polres Kulon Progo Iptu I Nengah Jeffry mengatakan saat diserahkan ke polisi, RR kemudian digeledah oleh polwan.

Saat itulah diketahui ada uang palsu yang simpan di balik bra.

“Polwan menggeledah badan dan menemukan 12 uang palsu pada BH yang dipakai,” jelas Jeffri dalam pesan singkat. Sabtu (12/9/2020).

Ia menjelaskan semua uang palsu yang dimiliki RR memiliki nomor seri yang sama yakni ECJ 446528.

Baca juga: Buronan Cetak Rp 320 Juta Uang Palsu untuk Beli Barang secara COD, Para Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah

“Total uang palsu itu berarti ada 13 lembar dengan nomor seri yang sama,” kata Jeffry.

Kepada polisi, RR mengaku mendapatkan uang palsu dari seseorang di Terminal lama Umbulharjo, Yogyakarta.

Polisi pun lantas mencari barang bukti lain dengan menggeledah rumah RR di Pedukuhan Borosuci, Kalurahan Banjarasri, maupun di rumah kos di Dusun Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Namun di dua lokasi tersebut, polisi tidak mendapatkan barang bukti lain.

“Kepada polisi, ia mengaku menggunakan uang palsu karena himpitan ekonomi,” kata Jeffry.

Baca juga: Kabur dari Penjara, Tahanan Polsek Cetak Uang Palsu Rp 320 Juta, Mengaku Karyawan Bank

Ditolak karena uang palsu

Ilustrasi uangKOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi uang
Korban Suginem bercerita suplier jajanannya penah menolak uang pecahan Rp 100.000 darinya karena ternyata uan tersebut palsu.

Saat itu ia sadar jika uang tersebut dari salah satu pembelinya.

Kesibukannya meladeni banyak pembeli dan melayani dengan cepat, membuat ia kurang teliti saat menerima uang dari pembeli.

“Selain itu, saya tidak pakai kacamata waktu itu,” kata Suginem.

Sejak itu, ia mulai lebih hati-hati.

Baca juga: Oknum Perangkat Desa Cetak Uang Palsu untuk Ganti Honor TPK yang Habis Terpakai

“Sehari bisa (omset) Rp 3 juta,” kata Suginem menggambarkan banyaknya pembeli datang

“Waktu itu tidak pakai kacamata. Saya raba saja, licin seperti uang baru. Sekarang kalau dagang selalu pakai kacamata (biar bisa lihat jelas uang dagangan). Juga saya tanyakan ke anak-anak kalau ketemu uang seperti itu,” kata Suginem usai melaporkan kejadian ini ke Polsek Wates.

Suginem bercerita tak hanya ia yang menjadi korban. Pedagang pasar lainnya juga memiliki cerita serupa.

“Ada yang sampai tiga kali. Uangnya dirobek-robek. Ada juga yang uangnya terus dibakar,” kata Suginem.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Dani Julius Zebua | Editor: Khairina, Abba Gabrillin)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X