Nikmatnya Sega Ndoreng Demak, Kuliner Rakyat Sepanjang Masa

Kompas.com - 12/09/2020, 10:48 WIB
Mbah Tianah penjual Sega Ndoreng sedang  melayani pelanggannya  dirumahnya Desa Kalikondang,  Kabupaten Demak Jateng, Sabtu (12/9/2020) KOMPAS.COM/ARI WIDODOMbah Tianah penjual Sega Ndoreng sedang melayani pelanggannya dirumahnya Desa Kalikondang, Kabupaten Demak Jateng, Sabtu (12/9/2020)

DEMAK, KOMPAS.com - Sega ndoreng atau nasi ndoreng, adalah satu dari beberapa kuliner khas Demak yang diwariskan secara turun temurun sejak masa kejayaan Kerajaan Demak Bintoro.

Jika dilihat sekilas, sega ndoreng memang mirip dengan pecel.

Tetapi jangan salah, meski sama-sama memiliki komposisi terdiri dari sayuran dan bumbu kacang, ada perbedaan sego ndoreng dengan pecel.

Baca juga: Resep Teh Telur Khas Minang, Minuman Rempah Hangat yang Menyehatkan

Mulai dari jenis sayuran, cara memasak bumbu dan sentuhan akhir saat penyajian sega ndoreng sangat berbeda dengan pecel.

Bahkan ada falsafah hidup yang membuat kuliner khas rakyat jelata ini tetap lestari sepanjang masa.

Isi sega ndoreng

Sega ndoreng terdiri dari nasi yang dimasak seperti biasa dengan dikukus.

Di atas nasi ditumpuk sayuran yang terdiri dari pethet (isi petai cina), kembang turi, jenthut (jantung pisang), pucuk daun dan buah lamtoro muda.

Kemudian, daun singkong muda dan glandir (daun ubi jalar).

Semua sayuran direbus dan ditiriskan.

Setelah itu, semua jenis sayuran yang mungkin kurang dikenal oleh lidah masyarakat modern tersebut diguyur dengan bumbu kacang yang dimasak di atas api menggunakan tungku berbahan dasar kayu.

Baca juga: Kampoeng Pecel, Wisata Baru untuk Kuliner dan Selfie di Klaten

Bagian atas ditaburi 'uyah goreng' makanan sejenis serundeng yang terbuat dari kelapa dibumbui dan digoreng tanpa minyak hingga kecokelatan.

Sego ndoreng disajikan dalam pincukan (bungkusan daun pisang atau daun jati yang dibentuk semacam mangkuk).

Rasanya sangat khas di lidah. Campuran rasa gurih, asin, pedas dan manis.

Selain itu, sayuran lokal yang disantap akan membawa nuansa kembali ke masa lalu yang damai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X