Kompas.com - 26/08/2020, 11:59 WIB
Satu individu orangutan betina, berusia lima tahun yang dipelihara warga di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, kini telah diamankan. dok Polres MempawahSatu individu orangutan betina, berusia lima tahun yang dipelihara warga di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, kini telah diamankan.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Polres Mempawah mengevakuasi satu bayi orangutan berjenis kelamin betina berusia lima tahun yang dipelihara warga di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Muhammad Resky Rizal mengatakan, orangutan tersebut nanti akan diserahkan kepada Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar.

"Sudah dievakusi satu orangutan tersebut oleh Unit Pidsus Polres Mempawah yang berada di rumah salah seorang warga," kata Rizal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Bayi Orangutan Lahir di Taman Safari Prigen

Dia menjelaskan, pihaknya mendapat laporan ada seorang warga yang memelihara satu bayi orangutan.

Mendapat laporan itu, pihaknya langsung meluncur ke lokasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ternyata benar salah seorang warga kedapatan memelihara satwa yang termasuk dilindungi itu," terang Rizal.

Setelah dilakukan pendekatan, akhirnya warga tersebut menyerahkan orangutan itu kepada kepolisian.

Saat ini bayi orangutan itu dibawa ke Mapolres Mempawah.

"Dalam hal ini kami akan berkoordinasi dengan BKSDA Kalbar, untuk penanganan selanjutnya," ucap Rizal.

Baca juga: Bayi Orangutan Hope Ditinggalkan di Pelepah Sawit, Induknya Dibunuh

Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta menjelaskan, sebenarnya sebagian besar masyarakat sudah paham orangutan merupakan satwa dilindungi, dan memeliharanya adalah perbuatan yang melanggar hukum.

Namun, pemahaman masyarakat masih perlu ditingkatkan kembali terkait dengan kasus-kasus penyerahan satwa liar kepada pihak yang berwenang.

"Beberapa kesalahan kasus penyerahan satwa liar seringkali diawali dengan temuan satwa liar oleh masyarakat di pinggir hutan yang sebenarnya memang merupakan habitat atau wilayah jelajah mereka," kata Sadtata.

Menurut dia, dalam kasus seperti ini semestinya masyarakat perlu diingatkan satwa liar yang berada di habitatnya tidak harus ditangkap.

"Opsi yang bisa diambil antara lain menggiring kembali ke dalam hutan, dan tentu saja bila perlu melibatkan ahlinya atau pihak yang berwenang. Menangkap, memelihara dan selanjutnya menyerahkan ke pihak yang berwenang tidak selalu menjadi langkah yang tepat,” pungkas Sadtata.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.