Tutup karena Pandemi, Pasar yang Transaksinya Gunakan Kayu dan Bambu Dibuka Lagi

Kompas.com - 24/08/2020, 14:22 WIB
Bupati Magelang Zaenal Arifin (kaos hitam) saat berkunjung ke Pasar Tradisi Lembah Merapi di  Bukit Gununggono, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Minggu (23/8/2020). KOMPAS.COM/IKA FITRIANABupati Magelang Zaenal Arifin (kaos hitam) saat berkunjung ke Pasar Tradisi Lembah Merapi di Bukit Gununggono, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Minggu (23/8/2020).

MAGELANG, KOMPAS.com - Pasar Tradisi Lembah Merapi di Bukit Gunung Gono, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang dibuka kembali setelah tutup selama enam bulan akibat pandemi Covid-19.

Pasar yang buka setiap Minggu ini merupakan salah satu pasar tradisi yang ditunggu masyarakat.

Pasar ini menyuguhkan suasana tradisional khas masyarakat lereng Gunung Merapi, mulai dari lapak, kuliner hingga pemandangan puncak Gunung Merapi dan Merbabu.

Baca juga: Dari Lereng Merapi ke Cantelan Pagar, Gerakan Berbagi Sayuran di Saat Pandemi

Uniknya lagi, transaksi di pasar ini harus menggunakan kepingan kayu atau bambu.

Uang ini bisa didapat setelah pengunjung menukarkan uang rupiah di loket yang disediakan.

Di pasar ini pengunjung akan menemukan ragam kuliner asli daerah, seperti kacang godog, tiwul, growol, gathot, cethil, maupun jajanan khas tradisional lainnya.

"Pandemi Covid-19 memaksa kami untuk berhenti beroperasi, sekitar 6 bulan. Terdapat 37 lapak pedagang yang telah rusak karena tak dipakai," ungkap Kepala Desa Banyubiru, Wintoro, Minggu (23/8/2020).

Baca juga: Viral, Unggahan Lomba 17-an di Magelang dengan Menatap Foto Mantan Terlama

Meski baru dibuka awal 2019, pasar ini telah memiliki daya tarik dan potensi yang unik dari sektor ekonomi dan pariwisata, baik bagi Desa Banyubiru maupun Kabupaten Magelang.

Wintoro menyebutkan perputaran uang di pasar ini mencapai Rp 1,5 miliar sejak 1,5 tahun terakhir.

 

Manajemen pasar ini dikelola oleh warga desa dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), termasuk para pedagang pasar adalah warga setempat.

Pihaknya pun berharap, setelah dibuka lagi ekonomi dan pariwisata desa bisa menggeliat lagi dari pasar ini.

Dia memastikan protokol kesehatan ketat diterapkan di pasar ini agar tidak menjadi lokasi penyebaran Covid-19.

Baca juga: Terjadi Gempa Vulkanik, BNPB Ingatkan Potensi Erupsi Gunung Merapi

"Saya berharap kedepan perekonomian masyarakat di sini kembali normal. Dan beberapa kendala infrastruktur yang masih kurang bisa bertahap ditata kembali, tentunya dengan arahan Bupati Magelang," kata Wintor

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang luar biasa bagi sendi-sendi kehidupan, mualai ekonomi, sosial kemasyarakatan, budaya, dan sendi lainnya.

Kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil termasuk di dalamnya para pedagang pasar tradisi, merupakan kegiatan usaha yang perlu mendapatkan perhatian.

Hal ini untuk menumbuhkan semangat kerja dan berwirausaha.

"Sekaligus untuk menumbuhkan kesadaran pariwisata tradisional dan pariwisata alam yang akhir-akhir ini tumbuh dengan pesat," kata Zaenal.

Baca juga: Aksi Pemuda Lereng Merapi Bersihkan Gunung Sambil Kenakan Kostum Superhero

Dikatakan, sebelum mendapatkan izin untuk dibuka kembali, Pasar Tradisi Lembah Merapi telah melalui proses pengecekan dan pemantauan penerapan protokol kesehatan, antara lain terkait ketersediaan fasilitas mencuci tangan, kewajiban pengunjung mengenakan masker, dan harus di cek suhu tubuh sebelum masuk lokasi.

"Kami intruksikan kepada Kepala Disparpora Kabupaten Magelang agar memberikan perhatian kepada para pedagang pasar tradisi semacam ini. Namun kami tetap wanti-wanti kepada para pedagang, pengunjung, dan warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan melalui instruksi Bupati Magelang Nomor 3 tahun 2020," tegas Zaenal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X