Satu Tahun Misteri Hilangnya Kapal MV Nur Allya di Halmahera, Keluarga Korban Merasa Banyak Kejanggalan

Kompas.com - 23/08/2020, 17:00 WIB
Tim SAR gabungan Ternate, Maluku Utara, Jumat (30/08/2019) tadi kembali melakukan pencarian kapal kargo MV. Nur Allya dan disekitar perairan Obi, Halmahera ditemukan tumpahan minyak dan lifecraft. Dok. foto:Basarnas TernateTim SAR gabungan Ternate, Maluku Utara, Jumat (30/08/2019) tadi kembali melakukan pencarian kapal kargo MV. Nur Allya dan disekitar perairan Obi, Halmahera ditemukan tumpahan minyak dan lifecraft.

TERNATE, KOMPAS.com – Hari ini Minggu (23/8/2020) tepat setahun hilangnya kapal kargo MV Nur Allya di perairan Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Sebagian besar pihak keluarga korban belum dapat menerima bahwa kapal sepanjang 189 meter dan lebar 33 meter itu benar-benar tenggelam karena tidak ada bukti yang menunjukkan kapal itu tenggelam di dasar laut Pulau Halmahera.

Yossy, salah satu keluarga korban yang dihubungi Kompas.com, Minggu (23/8/2020) by phone meminta bukti visual, jika benar kapal Nur Allya tenggelam seperti yang dikatakan pihak KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) maupun pihak perusahaan (PT. Gurita Lintas Samudera).

Menurut Yossy, bukan hanya dia yang tidak yakin kapal itu tenggelam, tapi juga beberapa pihak keluarga korban tidak meyakini itu.

Baca juga: Alat Canggih yang Temukan Kotak Hitam Lion Air JT 610 Diterjunkan Cari MV Nur Allya

Diminta akui tenggelam, dijanjikan dana talangan Rp 150 juta

Dirinya bersama keluarga korban yang lain sudah pernah diminta pihak perusahaan untuk mengakui bahwa kapal yang memuat puluhan ribu ton nikel itu tenggelam.

Pihak keluarga akan diberi dana talangan asuransi dan penggantian barang milik pribadi yang totalnya mencapai Rp 150 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya sendiri masih tolak, kemudian ada beberapa yang lain juga belum dapat menerimanya,” ujar Yossy.

Baca juga: Sudah Sebulan Hilang Misterius, Apa Kabar Kapal MV Nur Allya?

Banyak kejanggalan

Mereka menganggap bahwa banyak kejanggalan, jika disebut kapal itu telah tenggelam.

“Kalau kapal tenggelam, sampah pasti banyak, tapi sampah tidak ada, kemudian liferaft yang bentuknya seperti tabung tidak ada yang ditemukan, padahal itu pasti ada beberapa di kapal dan itu kalau kapal tenggelam dalam beberapa meter, maka liferaft itu bisa muncul di permukaan,” kata Yossy.

“Di lokasi yang katanya kapal itu tenggelam itu kan tak jauh dari kampung nelayan, tapi kok tidak ada yang ditemukan drum dan lain sebagainya. Memang ada yang ditemukan yaitu satu sekoci dan life buoy tapi itu bukan hanya satu di kapal,” katanya lagi.

Baca juga: Sebelum Pencarian MV Nur Allya Dihentikan, Tim SAR Sempat Temukan Pelampung

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X