Sebelum Pencarian MV Nur Allya Dihentikan, Tim SAR Sempat Temukan Pelampung

Kompas.com - 11/09/2019, 13:48 WIB
Sebuah lifeboat atau sekoci yang ditemukan tim SAR gabungan Ternate, Maluku Utara yang diduga kuat milik kapal kargo MV Nur Allya yang mengalami hilang kontak sejak Sabtu (31/08/2019). KOMPAS.com/YAMIN ABDUL HASANSebuah lifeboat atau sekoci yang ditemukan tim SAR gabungan Ternate, Maluku Utara yang diduga kuat milik kapal kargo MV Nur Allya yang mengalami hilang kontak sejak Sabtu (31/08/2019).

TERNATE, KOMPAS.com - Pencarian kapal kargo MV Nur Allya yang kontak sejak 22 Agustus 2019 lalu, di perairan Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, resmi dihentikan.

Namun sebelum dihentikan, tim SAR gabungan sempat menemukan dua pelampung di sekitar perairan Pulau Obi.

Kepala Basarnas Ternate Muhammad Arafah mengatakan, jenis pelampung yang ditemukan yaitu ringboy dan finder.

“Kemarin kita dapatkan informasi bahwa ditemukan ringboy yaitu sejenis pelampung tapi bundar dan finder seperti bola. Pelampung besar kaya bola itu sudah kami laporkan ke KNKT,” kata Muhammad Arafah kepada Kompas.com, Selasa (10/9/2019).


Baca juga: Pencarian Kapal MV Nur Allya di Pulau Halmahera Resmi Dihentikan

Kedua jenis pelampung itu telah dilaporkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk ditindaklanjuti dan dilakukan identifikasi.

Pelampung ringboy ditemukan oleh masyarakat setempat di Pulau Gomumu. Sementara, pelampung finder ditemukan di Desa Sum, Kepulauan Obi.

Rencananya, pada Rabu (11/9/2019), tim dari KNKT menuju pelabuhan Sagea, Kabupaten Halmahera Tengah, tempat di mana MV Nur Allya memuat nikel.

Menurut Arafah, KNKT akan mengecek detail keberangkatan kapal MV Nur Allya sampai dengan perjalanannya sebelum mengirimkan distress alert di sekitar perairan Kepulauan Obi.

Baca juga: Fakta Kondisi MV Nur Allya yang Hilang Misterius: Baik dan Layak Saat Berlayar,

Kapal kargo MV Nur Allya dengan 25 anak buah kapal dinyatakan hilang sejak 22 Agustus 2019 lalu.

Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Sagea, Halmahera Tengah, menuju Pulau Morosi, Sulawesi Tenggara, pada 20 Agustus 2019 dengan memuat sekitar 50.000 ton nikel.

Kapal MV Nur Allya sempat mengirimkan sinyal bahaya pada 23 Agustus 2019 dari perairan Obi, Halmahera.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X