Alat Canggih yang Temukan Kotak Hitam Lion Air JT 610 Diterjunkan Cari MV Nur Allya

Kompas.com - 20/09/2019, 19:52 WIB
Sebuah lifeboat atau sekoci yang ditemukan tim SAR gabungan Ternate, Maluku Utara yang diduga kuat milik kapal kargo MV Nur Allya yang mengalami hilang kontak sejak Sabtu (31/08/2019). KOMPAS.com/YAMIN ABDUL HASANSebuah lifeboat atau sekoci yang ditemukan tim SAR gabungan Ternate, Maluku Utara yang diduga kuat milik kapal kargo MV Nur Allya yang mengalami hilang kontak sejak Sabtu (31/08/2019).

TERNATE, KOMPAS.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berencana akan kembali menurunkan alat canggih untuk mencari kapal kargo MV Nur Allya yang hilang di perairan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pada 23 Agustus 2019 lalu.

Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah mengatakan, alat ini adalah yang dipakai saat KNKT mencari kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang.

Baca juga: Sudah Sebulan Hilang Misterius, Apa Kabar Kapal MV Nur Allya?

“Saya sudah komunikasi dengan KNKT, direncanakan pekan depan sekitar tanggal 25 September, KNKT akan kembali menuju lokasi titik distress MV Nur Allya di perairan Pulau Obi,” kata Muhammad Arafah, saat ditemui Kompas.com di kantornya, Jumat (20/9/2019).

“Alat itu bernama magnitude dan saat ini berada di Balikpapan. Dalam waktu (dekat) akan dibawa ke Ternate,” kata Arafah lagi.

Dengan alat tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat menemukan atau memastikan keberadaan MV Nur Allya.

Sebelumnya, kata dia, KNKT juga pernah menurunkan alat canggih yakni ping locater finder, namun alat ini tak dapat dipakai karena kondisi perairan Pulau Obi saat itu cuaca buruk.

Baca juga: Sebelum Pencarian MV Nur Allya Dihentikan, Tim SAR Sempat Temukan Pelampung

“Makanya, untuk pencarian nanti, sudah disarankan ke KNKT untuk menggunakan kapal yang lebih besar milik perusahaan karena antisipasi cuaca tadi,” kata Arafah.

Sementara itu, Jumat (20/9/2019) hari ini genap sebulan kapal kargo MV Nur Allya hilang di perairan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Tanda-tanda keberadaan kapal sepanjang 189 meter dengan lebar 30 meter bersama 25 anak buah kapal (ABK) di dalamnya, masih misterius.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X