Ratusan Santri di Kota Probolinggo Diduga Keracunan Makanan

Kompas.com - 22/08/2020, 15:22 WIB
Ilustrasi keracunan. ShutterstockIlustrasi keracunan.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com– Sejumlah santri sebuah pesantren di Kota Probolinggo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan saat memperingati Tahun Baru Islam 2020 atau 1 Muharram 1442 Hijriah, Kamis (20/8/2020) malam.

“Iya. Kejadian Kamis malam, pas acara satu suro. Yang mengalaminya para santri putri,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo NH Hidayati saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (22/8/2020).

Baca juga: 67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Pihaknya menunggu hasil uji sampel makanan yang telah dikirim ke sebuah laboratorium di Surabaya.

Para santri putri tersebut dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

Ida merinci, sebanyak 18 santri dirawat di Puskesmas Ketapang, 19 di Puskesmas Wonoasih dan 12 orang di RSUD dr Moh. Saleh.

“Sebagian sudah pulang. Saya masih belum terima data terbaru berapa orang yang sudah sembuh dan pulang. Saat ini sudah sekitar 95 persen teratasi,” kata Ida.

Baca juga: 65 Anak di Bima Keracunan Makanan Pesta Ulang Tahun

Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo dr Abraar Kuddahh menjelaskan, semua santri yang diduga keracunan tertangani dengan baik.

Sedikitnya ada sekitar 150 santri yang rata-rata santriwati mengalami keracunan.

Selain dirawat di puskesmas dan RSUD, ratusan santri dirawat di pesantren.

“Kejadiaanya pas santri makan-makan. Lalu mengalami diduga keracunan makanan. Santri yang mengalami dugaan keracunan, efeknya berbeda-beda. Ada yang langsung, beberapa jam setelah makan-makan, ada juga yang keesokan harinya,” kata Abraar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X