Ayah Perkosa Anak Tiri Sejak 2019, Polisi: Dilaporkan Bibinya, kalau Ibu Korban Malah Menutupi

Kompas.com - 08/08/2020, 20:36 WIB
Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi bersama Wakapolresta ABKP Arif Budiman, dan Kasat Reskrim Kompol Rina Perwitasari, menunjukan sejumlah barang bukti tindakan pemerkosaan yang dilakukan ayah tiri kepada putrinya sendiri di Mako Polresta, Kamis (7/8/2020) MUHAMAD SYAHRI ROMDHONKapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi bersama Wakapolresta ABKP Arif Budiman, dan Kasat Reskrim Kompol Rina Perwitasari, menunjukan sejumlah barang bukti tindakan pemerkosaan yang dilakukan ayah tiri kepada putrinya sendiri di Mako Polresta, Kamis (7/8/2020)
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - K (56), warga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, diamankan polisi atas kasus pemerkosaan.

Ironisnya, korbannya adalah anak tirinya sendiri berinisial CSD (16).

Dari pemeriksaan polisi, pemerkosaan yang dilakukan pelaku terhadap anak tirinya itu sudah dilakukan sejak 2019 hingga 2020.

"Dari pengakuan pelaku, sudah meniduri korban selama lima kali," ujar Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahbudi dikutip dari Antara.

Akibat perbuatan bejat pelaku itu, korban diketahui hingga hamil. Namun bayinya meninggal setelah dilahirkan.

Baca juga: Pria Ini Perkosa Anak Tirinya Sampai Hamil, Bayinya Meninggal Setelah Dilahirkan

Dilaporkan bibi

Kasus pemerkosaan yang dilakukan pelaku tersebut terungkap setelah korban melahirkan.

Bibi korban yang mengetahui hal itu terkejut. Apalagi pelakunya adalah ayah tiri korban.

Tak terima dengan perbuatan bejat pelaku, sang bibi akhirnya melaporkannya ke polisi.

"Kalau ibu korban malah menutupi perbuatan pelaku, yang melaporkan malah bibinya," kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Cirebon Iptu Dwi Hartati.

Akibat perbuatan bejat ayahnya tersebut, korban diketahui saat ini masih mengalami trauma berat.

 

Baca juga: Ayah Perkosa Anak Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tutupi Perbuatan Pelaku, Terbongkar Setelah Melahirkan

Selama hampir setahun menjadi korban pemerkosaan ayahnya itu, CSD tak berani melaporkannya ke orang lain karena takut dengan ancaman pelaku.

"Korban selama setahun ini juga diancam pelaku untuk tidak memberitahukan perbuatannya," ujarnya.

Pemerkosaan itu dilakukan pelaku saat sang ibu tidak ada di rumah. Pernah juga dilakukan saat istrinya sedang tertidur.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 sebagai Pengganti Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Penulis : Kontributor Kompas TV Cirebon, Muhamad Syahri Romdhon | Editor : Dheri Agriesta/Antara



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X