Gagal Bertemu Risma, Pekerja di Tempat Hiburan Malam Janji Kembali Demo

Kompas.com - 03/08/2020, 18:29 WIB
Massa aksi pekerja hiburan malam aksi joget di depan balai kota Surabaya, Senin (3/8/2020). KOMPAS.COM/A. FAIZALMassa aksi pekerja hiburan malam aksi joget di depan balai kota Surabaya, Senin (3/8/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Sejumlah pekerja di tempat hiburan malam yang berdemonstrasi di Balai Kota Surabaya melakukan aksi joget karena batal bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Senin (3/8/2020).

Aksi joget itu dilakukan pengunjuk rasa sebelum membubarkan diri. Mereka terlihat bergantian berjoget di atas mobil komando diiringi musik rancak.

Baca juga: Risma Didemo agar Buka Kembali Usaha Hiburan Malam

Koordinator aksi dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila, Nurdin Longgari mengaku, hanya ditemui Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto.

"Kita maunya Bu Risma yang menemui kami, kalau tidak bisa hari ini, tanggal enam (Agustus) besok kami akan turun jalan lagi," kata Nurdin di lokasi.

Ratusan massa pekerja di tempat hiburan malam itu mendesak Wali Kota Surabaya mencabut Perwali Nomor 33 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perwali Nomor 28 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Surabaya.

"Para pekerja dunia malam ini sudah tidak bekerja sejak lima bulan terakhir akibat pandemi Covid-19. Karena itu kami minta Wali Kota Risma cabut Perwalinya," kata Nurdin.

Pemkot Surabaya menutup seluruh tempat hiburan malam sejak Maret 2020, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pertengahan Juli 2020, Pemkot Surabaya mengeluarkan Perwali Nomor 33 Tahun 2020 ini tentang Perubahan Atas Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Surabaya.

Baca juga: Bupati Jember Serahkan SK Kenaikan Pangkat 1.624 ASN, DPRD Lapor Mendagri

Pada perubahan perwali tersebut, ada tambahan satu pasal yaitu mengenai pembatasan jam malam. Pembatasan jam malam itu dimuat dalam pasal 25A.

Karena aturan jam malam tersebut otomatis melarang dibukanya apapun bentuk usaha hiburan malam di Surabaya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X