Risma Didemo agar Buka Kembali Usaha Hiburan Malam

Kompas.com - 03/08/2020, 13:18 WIB
Pekerja hiburan malam demo balai kota Surabaya, Senin (3/8/2020). KOMPAS.COM/A. FAIZALPekerja hiburan malam demo balai kota Surabaya, Senin (3/8/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Ratusan massa pekerja dunia malam Surabaya menggelar aksi protes di Balai Kota Surabaya, Senin (3/8/2020).

Mereka mendesak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini segera membuka usaha hiburan malam sejak tutup total 5 bulan terakhir akibat pandemi Covid-19.

Sambil membawa poster berisi protes, massa juga datang dengan mobil bak terbuka berisi pengeras suara untuk berorasi.

Hingga pukul 13.00 WIB, massa masih berkumpul di pagar samping Balai Kota Surabaya dengan penjagaan polisi.

Baca juga: Sekolah Sudah Boleh Dibuka, Ini Penjelasan Pemprov Papua

"Kami minta Wali Kota Risma mencabut Perwali Nomor 33 Tahun 2020 dan membuka sumber penghidupan teman-tema pekerja hiburan malam," kata Koordinator Aksi dari Ormas Pemuda Pancasila, Nurdin Longgari.

Yudi, salah seorang bartender bar di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, berharap Pemkot Surabaya segera membuka kembali usaha hiburan malam.

"Sejak 21 Maret saya sudah tidak bekerja sampai sekarang. Sudah tidak ada penghasilan sama sekali," kata Yudi.

Semenjak itu bapak 1 anak ini hanya mengandalkan hidup dengan uang tabungan.

Dia tidak berani berspekulasi untuk berbisnis karena khawatir merugi.

"Ya kalau untung, kalau rugi bagaimana?" kata dia.

Hal yang sama juga dialami seorang perempuan pemandu lagu di rumah karaoke Jalan Kedungdoro yang enggan menyebut identitasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

Regional
Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Regional
Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Regional
Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Regional
Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Regional
Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di 'Homestay' Bali

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di "Homestay" Bali

Regional
Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Regional
Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Regional
Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Regional
Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di 'Homestay', Diduga Dibunuh

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di "Homestay", Diduga Dibunuh

Regional
Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Regional
Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Regional
Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Regional
Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X