Pakai Baju Pendukung Gibran, Kader PKS Dicopot dari Jabatannya di DPRD Solo

Kompas.com - 30/07/2020, 14:27 WIB
Anggota DPRD Fraksi PKS Didik Hermawan (tengah) saat dimintai klarifikasi di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIAnggota DPRD Fraksi PKS Didik Hermawan (tengah) saat dimintai klarifikasi di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Solo, Jawa Tengah menjatuhkan sanksi kepada kadernya Didik Hermawan.

Didik dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Fraksi PKS di DPRD Solo karena memakai baju khas pendukung calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dalam Rapat Paripurna II di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020).

Pencopotan Didik dari jabatan Sekretaris Fraksi PKS disaksikan Ketua Fraksi PKS Solo, Asih Sunjoto Putro, Ketua Bappilu DPD PKS, Sugeng Riyanto dan Ketua DPD PKS Abdul Ghofar Ismail.

"Menyikapi kejadian itu kami dari fraksi telah memanggil saudara Didik. Fraksi PKS DPRD Solo mencabut status Didik sebagai Sekretaris Fraksi PKS DPRD Solo," kata Asih kepada wartawan di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2020).

Baca juga: Anggota DPRD Solo Fraksi PKS Pakai Baju Pendukung Gibran Saat Rapat Paripurna


Di samping itu, Didik tidak dijadikan sebagai juru bicara (jubir) fraksi PKS DPRD Solo selama satu tahun.

Dalam forum resmi kedewanan, Didik juga dilarang memakai pakaian yang dikenakan pada saat rapat paripurna, Rabu (29/7/2020).

"Ini yang menjadi keputusan rapat fraksi tadi. Setelah kita mendengarkan kronologis yang disampaikan saudara Didik," ungkap Asih.

Ketua DPD PKS Solo Abdul Ghofar Ismail menambahkan, sudah memanggil dan meminta klarifikasi kepada kadernya yang memakai baju pendukung Gibran.

Baca juga: PKS Solo Kaget Kadernya Kenakan Kemeja Pendukung Gibran Saat Rapat di DPRD

Menurut Ghofar, dari hasil klarifikasi itu Didik mengaku memakai baju pendukung Gibran adalah aksi spontanitas.

"Dari kami untuk sanksi memang diserahkan kepada fraksi. Karena memang kejadiannya dalam forum DPRD. Kita serahkan dan DPTD (Dewan Pimpinan Tingkat Daerah) menyetujui atas sanksi yang diberikan lewat fraksi," ungkap dia.

 

Tangkapan layar anggota DPRD Solo dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Didik Hermawan memakai baju pendukung Gibran dalam rapat paripurna melalui daring di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020).Youtube Humas DPRD Kota Surakarta Tangkapan layar anggota DPRD Solo dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Didik Hermawan memakai baju pendukung Gibran dalam rapat paripurna melalui daring di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020).
Ghofar menambahkan, DPD PKS Solo tetap konsisten dalam kebijakan awal yakni menjaga iklim demokrasi tetap sehat.

Pihaknya terus berupaya agar dalam Pilkada Solo tidak hanya ada satu calon.

"Maka kita terus berusaha sampai batas akhir pendaftaran membangun koalisi, memunculkan calon wali kota atau calon wakil wali kota yang bisa bersaing dengan calon wali kota atau wakil wali kota dari PDI-P. Ini konsisten kami sejak awal," terang dia.

Baca juga: Ini Alasan Kader PKS Kota Solo Pakai Baju Pendukung Gibran Saat Rapat di DPRD

Karena itu, DPD PKS Solo terus mengingatkan kepada fraksi, seluruh kader agar patuh terhadap kebijakan struktur.

"Perbedaan pendapat monggo silakan. Tetapi ketika struktur sudah mengambil kebijakan maka seluruh kader harus tegak lurus," ungkap dia.

Sementara itu, anggota DPRD Fraksi PKS, Didik Hermawan meminta maaf atas kejadian yang dilakukan pada rapat paripurna.

Dia juga menyampaikan sebagai kader akan taat dan patuh terhadap garis partai disaat partai sudah memberikan keputusan.

Baca juga: Purnomo hingga Cucu PB XII Masuk Radar Calon yang Diusung PKS di Pilkada Solo

"Bukan maksud saya untuk melukai. Saya sebagai kader saya akan taat patuh terhadap garis partai saat memberikan keputusan," terang Didik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X