Pandemi Covid-19, Tradisi Abdau dan Karnaval Budaya di Desa Tulehu Ditiadakan

Kompas.com - 30/07/2020, 15:56 WIB
Para pemuda di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah berebut bendera bertuliskan kalimat syahadat dalam rangkaian acara abdau yang digelar di desa tersebut pada Hari Raya Idul Adha 2019 KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPara pemuda di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah berebut bendera bertuliskan kalimat syahadat dalam rangkaian acara abdau yang digelar di desa tersebut pada Hari Raya Idul Adha 2019

AMBON, KOMPAS.com - Tradisi abdau dan karnaval budaya yang setiap tahun digelar masyarakat Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah saat perayaan Hari Raya Idul Adha, ditiadakan pada tahun ini.

Kepala Desa Tulehu Urian Ohorella mengatakan, keputusan itu diambil dalam rapat adat yang berlangsung pada Minggu (25/7/2020).

Baca juga: Sederhana, Uang Rp 1.000 Bergambar Kapten Pattimura Jadi Mas Kawin Pasangan Ini

“Untuk tahun ini abdau ditiadakan, jadi besok itu tidak ada abdau, itu sudah ada keputusannya melalui rapat adat yang melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemuda,” kata Urian kepada Kompas.com saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (30/7/2020).

Urian menjelaskan, kegiatan abdau dan karnaval budaya itu telah menjadi tradisi turun menurun di Desa Tulehu. 

Namun, pemerintah desa terpaksa megambil keputusan tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

“Karena corona jadi kaul negeri saja yang digelar, hanya penyembelihan hewan kurban saja, untuk abdau dan karnaval budaya yang mengumpulkan banyak orang tidak dilakukan,” kata Urian.

Urian berharap masyarakat Desa Tulehu dan warga Maluku yang setiap tahun meyaksikan kegiatan itu memakluminya.

Sebab, keputusan itu diambil untuk kebaikan bersama.

“Jadi kami berharap kondisi ini dapat dimaklumi oleh kita semua, ini bukan kesengajaan kita tapi karena kondisi corona ini,” ujarnya.

Tradisi abdau saat merayakan Idul Adha telah diselenggarakan selama ratusan tahun lalu di Desa Tulehu, sekitar 1600 masehi.

Baca juga: Sejumlah Anak Menumpang Pakai Wifi Kantor Polisi untuk Belajar, Awalnya Dikira Mau Laporan

Puncak kegiatan itu biasanya dilakukan setelah acara kaul negeri dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di desa.

Dalam tradisi tersebut ribuan pemuda desa akan berebut bendera bertuliskan kalimat syahadat yang diikat di sebuah tiang. Tradisi ini menggambarkan semangat persatuan masyarakat Tulehu yang tercermin dari keberhasilan umat Islam saat Perang Badar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X