Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/07/2020, 22:15 WIB

TEGAL, KOMPAS.com - Petugas medis RSUD Kardinah melakukan tes swab terhadap penumpang yang ditemukan meninggal dunia dalam bus yang berhenti di Terminal Bus Kota Tegal, Senin (27/7/2020).

Selain itu, uji swab juga dilakukan kepada sopir Ali Surasa dan kondektur bus Sunaryo.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr. Sri Prima Indraswari mengungkapkan, ketiganya sudah diambil sampel swab tak lama setelah jenazah dievakuasi.

"Kita lakukan swab. Kepada jenazah, sopir dan kondektur bus," kata Prima, saat dihubungi Kompas.com, Senin sore.

Baca juga: Penumpang Asal Jakarta Meninggal Dalam Bus di Terminal Tegal, Dievakuasi Petugas Berbaju Hazmat

Prima mengatakan, hasil uji swab akan diketahui paling cepat dua hari mendatang.

Hal itu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Wasir, dan deteksi dini terhadap sopir dan kondektur apabila penumpang tersebut meninggal akibat Covid-19.

"Spesimen swab kita kirim ke laboratorium RSN Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah. Hasilnya dalam dua atau tiga hari lagi," pungkas Prima.

Baca juga: ABK WNI Tewas Disiksa Mandor Kapal Ikan China, 6 Perekrutnya di Tegal Ditangkap

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Brebes, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia saat masih duduk di bangku kursi bus yang berhenti di Terminal Bus Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (27/7/2020).

Belum diketahui pasti penyebab kematian pria yang belakangan diketahui bernama Wasir (58), warga Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Brebes.

Proses evakuasi dilakukan petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD).

Informasi yang diterima Kompas.com menyebutkan, kejadian pertama kali diketahui oleh Sunaryo, kondektur PO Bus Dewi Sri.

Bus yang dikemudikan Ali Surasa berangkat dari Kampung Melayu, Jakarta, dengan tujuan akhir Balamoa, Kabupaten Tegal.

Sunaryo mengatakan, saat itu dirinya sedang melakukan pengecekan penumpang saat hendak memasuki Terminal Bus Kota Tegal.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.