Puluhan Warga Tasikmalaya Keracunan, Diduga dari Telur Nasi Kotak

Kompas.com - 27/07/2020, 14:21 WIB
Petugas gabungan sedang melakukan pengecekan dan pertolongan pertama puluhan warga korban keracunan massal di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Senin (27/7/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPetugas gabungan sedang melakukan pengecekan dan pertolongan pertama puluhan warga korban keracunan massal di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Senin (27/7/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 31 warga Kampung Gunung Ranji, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami keracunan massal.

Mereka keracunan seusai menyantap nasi kotak yang dibagikan dalam sebuah acara hajatan peresmian rumah, Minggu (26/7/2020) malam.

Hampir seluruh korban merasakan sakit perut, mual-mual dan muntah.

Baca juga: Petani Diterkam Buaya di Hadapan Istri dan Anaknya

Beberapa di antaranya sempat dibawa ke Puskesmas terdekat.

"Para korban mendadak merasa mual-mual dan muntah, diduga keracunan massal," ujar petugas Babinsa Kecamatan Kawalu Sersan Kepala Jaidin kepada wartawan, Senin (27/7/2020).

Tak berselang lama, menurut Jaidin, warga lainnya yang menyantap nasi kotak dari sumber yang sama juga mengalami gejala serupa.

Baca juga: 11 Ekor Kambing Mati Diserang Harimau

Beberapa dibawa ke Puskesmas dan RSUD Soekardjo Tasikmalaya.

Bahkan, ada dua orang yang ditangani secara intensif oleh tenaga medis di rumah sakit.

"Jam 20.00 WIB ada yang mulai dibawa ke RSUD, namanya Windi, 21 tahun. Terus tadi jam 23.00 WIB ada lagi yang dibawa ke RSUD, namanya Bu Tati umur sekitar 45 tahun," kata dia.

Saat ini, beberapa korban kondisinya sudah membaik dan sudah mendapatkan pertolongan dari petugas medis yang langsung ke lokasi hajatan.

"Kebanyakan ibu-ibu yang saya tanya diduga keracunannya dari telur. Tapi saya tak bisa menyimpulkan dari mana sebenarnya, karena harus yang ahlinya. Ini hanya dugaan dari keterangan para korban," ujar dia.

Baca juga: Dugaan Penyebab Kematian Pria dan Wanita Tanpa Busana di Dalam Mobil

Beberapa pihak masih melakukan pendataan dan penanganan bersama.

Para petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Babinsa, Babinmas, RT, RW dan lurah saling berkoordinasi.

"Pihak BPBD pun telah menghubungi Satgas Call Center 119. Yang punya acara sudah kita mintai keterangan dan diberi tahu datang ke sini agar mengetahui ini dari acara hajatan. Katanya yang masak nasi kotak itu dari catering," kata Jaidin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Regional
Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Regional
Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Regional
'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

"Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

Regional
Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Regional
Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Regional
Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Regional
Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Regional
Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Regional
Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Regional
Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Regional
Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X