Kisah Tukang Pijat Terpaksa Lompati Tembok 1 Meter Tiap Hari untuk Bisa Keluar Masuk Rumah, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 25/07/2020, 15:40 WIB
Rumah Wisnu Widodo di Kabupaten Ponorogo yang dipagar oleh tetangganya dengan tembok bata setinggi 1 meter karena sering menginjak tahi ayam.Meski pengadilan Negeri Ponorogo memenangkan pihak Wisnu, namun  Mistun masih  engan membongkar tembok. KOMPAS.COM/MITARumah Wisnu Widodo di Kabupaten Ponorogo yang dipagar oleh tetangganya dengan tembok bata setinggi 1 meter karena sering menginjak tahi ayam.Meski pengadilan Negeri Ponorogo memenangkan pihak Wisnu, namun Mistun masih engan membongkar tembok.

KOMPAS.com- Seorang tukang pijat di Ponorogo, Jawa Timur bernama Wisnu Widodo terpaksa harus melompati tembok satu meter untuk keluar dan masuk rumahnya.

Wisnu bahkan harus menggunakan alat bantu kursi.

Hal itu dilakukan oleh Wisnu setiap hari sejak sekitar tiga tahun yang lalu.

Rupanya, ada cerita di balik dibangunnya tembok sejak tahun 2017 itu.

Baca juga: Gara-gara Tahi Ayam, Tetangga Bangun Tembok Setinggi 1 Meter di Depan Rumah Wisnu

Dibangun tetangga yang kesal injak tahi ayam

Ilustrasi ayamPavlofox/Pixabay Ilustrasi ayam
Kepala Desa Gandukepuh Suroso menjelaskan, pada tahun 2016 Wisnu memelihara ayam.

Kemudian seorang warga berinisial M yang tak lain tetangga Wisnu merasa kesal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, setiap melewati jalanan di depan rumah Wisnu, M bersama suaminya sering menginjak kotoran ayam.

Setahun setelah Wisnu memelihara ayam atau pada 2017, M membangun pagar tembok di depan rumah Wisnu.

"M sama suaminya lewat kadang-kadang mlencoki telek (menginjak tahi ayam) yang memicu masalah. Akhirnya ya dipagar itu," tutur Suroso.

Baca juga: Fakta Depan Rumah Wisnu Ditembok Tetangganya, Berawal dari Tahi Ayam hingga Putusan Pengadilan

 

Ilustrasi loncatTribun Jateng/Warta Kota Ilustrasi loncat
Mengklaim dibangun di atas lahan miliknya

Suroso menjelaskan, M bersikeras mengklaim tembok tersebut di atas lahannya.

Padahal tembok itu dibangun di atas lahan milik desa yang tak bisa diklaim hak milik.

Meski telah berupaya memberi saran supaya M memberikan jalan di depan rumah Wisnu, M menolaknya.

Akibatnya, Wisnu tak bisa keluar masuk. Ia harus memanjat kursi kayu untuk pijakan dan melompati tembok setinggi satu meter setiap hari.

Baca juga: Fakta Wakil Wali Kota Solo Purnomo Positif Corona, Presiden Jokowi hingga Rudy Di-swab

Wisnu: sulit mau masuk rumah

Ilustrasi hukumShutterstock Ilustrasi hukum
Wisnu mengakui semenjak tembok dibangun, dirinya selalu menemui kesulitan untuk menuju atau keluar rumah.

Ada akses alternatif namun jalur itu hanya selebar badan orang dewasa.

"Ya sulit kalau begitu mau masuk rumah," tutur dia.

Kisruh pembangunan tembok itu kemudian dibawa ke meja hijau.

Pengadilan memenangkan Wisnu lantaran dirugikan atas pembangunan pagar tembok setinggi satu meter.

Namun, M tak juga melakukan tindakan walaupun kepala desa telah memberikan surat dari pengadilan pada M.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Magetan, Sukoco | Editor: Dheri Agriesta)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.