Paslon Bajo Calon Lawan Gibran dalam Pilkada Solo Siapkan Perbaikan Syarat Dukungan

Kompas.com - 24/07/2020, 12:59 WIB
Ketua II Tim Pemenangan Paslon Bajo, Sutrisno. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKetua II Tim Pemenangan Paslon Bajo, Sutrisno.

 

SOLO, KOMPAS.com - Bakal calon jalur perseorangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) akan menyerahkan perbaikan syarat dukungan kepada KPU Solo pada Sabtu (25/7/2020).

Ketua II Tim Pemenangan Paslon Bajo, Sutrisno mengatakan sudah menyiapkan sebanyak 21.000 suara untuk perbaikan syarat dukungan berupa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dari calon pemilih.

"Kita sudah siapkan 21.000 suara untuk perbaikan syarat dukungan. Tanggal 25 Juli kita serahkan kepada KPU," kata Sutrisno di Solo, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2020).

Baca juga: Cerita Paslon Independen Bajo, Calon Lawan Gibran dalam Pilkada Solo

Sutrisno mengatakan sengaja menyiapkan 21.000 suara untuk perbaikan syarat dukungan itu adalah untuk mengantisipasi suara yang tidak memenuhi syarat alias TMS.

Sebab, dari jumlah total 35.142 suara syarat dukungan yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) ada sebanyak 28.629 suara. Sedang yang TMS ada sebanyak 6.513 suara.

Sementara minimal syarat dukungan calon perseorangan yang ditetapkan KPU adalah 35.870 suara.

"Kita dikenai sanksi penalti harus mengganti suara TMS ini dua kali lipat. Kita siapkan suara untuk perbaikan syarat dukungan sebanyak 21.000 suara. Jumlah ini sudah aman untuk antisipasi kalau ada suara yang TMS," jelas dia.

Pihaknya optimistis dengan persiapan jumlah suara untuk perbaikan syarat dukungan tersebut paslon Bajo bisa mengikuti tahapan Pilkada selanjutnya.

"Yakin 1.000 persen bisa mengikuti tahapan Pilkada selanjutnya oleh KPU," ungkapnya.

Sutrisno mengakui banyak suara TMS pada tahapan verifikasi faktual (verfak) oleh KPU karena banyak kendala di lapangan.

Seperti banyak daerah yang direlokasi warganya, pindah lokasi, meninggal dunia, ke luar kota dan lain sebagainya.

"Kita juga kesulitan untuk mendatangkan pendukung. Kalau luar kotanya cuma Solo, Sukoharjo kita bisa video call. Kalau Jakarta dan sebagainya sulit. Jadi banyak yang TMS," kata dia.

Baca juga: Dituding Paslon Boneka untuk Lawan Gibran, Tim Bajo: Namanya Orang Kecil...

Terpisah, Komisioner Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Solo, Kajad Pamuji Joko W mengatakan, penyerahan perbaikan syarat dukungan calon perseorangan Pilkada Serentak dimulai pada 25-27 Juli 2020.

"Mekanismenya seperti kita verifikasi seperti waktu pengajuan dukungan pada awal itu dua kali dari kekurangan. Jumlahnya belum tahu nanti dihitung pada waktu penyerahan," kata dia.

Apabila perbaikannya memenuhi syarat dukungan, maka paslon Bajo berpotensi untuk melanjutkan ke tahapan Pilkada selanjutnya.

Namun, jika perbaikan itu masih banyak yang TMS maka tidak bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Mengacu pada syarat minimal yang ditetapkan KPU yakni 35.870 suara, maka kekurangan dari paslon Bajo sekitar 7.000 suara. Sehingga paslon Bajo harus menyiapkan sekitar 14.000 suara untuk menutup kekurangan itu.

"Kalau memenuhi syarat minimal dua kali dari jumlah yang dibutuhkan 14.000 suara nanti bisa tahap selanjutnya verfak di lapangan. Kalau tidak memenuhi syarat tidak bisa melanjutkan tahapan berikutnya," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X