Tujuh Pelaku Perjalanan Positif Covid-19, Perbatasan Cilacap Akan di-Sweeping

Kompas.com - 22/07/2020, 09:39 WIB
Ilustrasi virus corona untuk anak-anak, diambil dari buku #COVIBOOK karya Manuela Molina. Manuela MolinaIlustrasi virus corona untuk anak-anak, diambil dari buku #COVIBOOK karya Manuela Molina.

CILACAP KOMPAS.com - Tim gabungan akan melakukan sweeping di perbatasan yang menjadi pintu masuk menuju Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Hal itu menyusul adanya sejumlah pelaku perjalanan dari luar kota yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona ( Covid-19).

"Kita ada kenaikan cukup banyak tujuh orang positif, ini adalah dari perjalanan. Ada dari Jakarta, Surabaya dan kota-kota lainnya," kata Sekda Cilacap Farid Maruf melalui keterangan pers yang dikutip, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: Petugas Pemakaman Dipukul Keluarga Suspek Covid-19, Polisi Bantu Penguburan

Untuk itu, Farid meminta kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi penyebaran Covid-19 dari pelaku perjalanan.

"Dengan adanya kasus perjalanan ini, apa yang disampaikan Pak Bupati bahwa Pemkab Cilacap dalam waktu dekat akan mengadakan sweeping lagi untuk daerah-daerah di perbatasan," ujar Farid.

Farid mengatakan pihaknya juga akan melakukan rapid test sekaligus tes swab terhadap pelaku perjalanan.

"Nanti Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan OPD terkait, dengan polisi dan TNI. Mudah-mudahan dengan adanya rapid dan swab, kenaikan kasus dari orang-orang yang masuk (ke Cilacap) dapat dihindari," kata Farid.

Baca juga: Kabar Baik, 159 Pasien Corona di Kalsel Sembuh dalam Sehari

Sementara itu, grafik kasus Covid-19 di Cilacap mengalami naik turun.

"Kemarin kita tinggal tiga pasien, hampir zero, ternyata tambah lagi yang sembuh dan positif," ujar Farid.

Berdasarkan data terbaru, hingga saat ini tercatat 75 kasus Covid-19. Rinciannya, 65 orang sembuh, sembilan orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

Regional
Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Regional
Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Regional
Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X