Masa Jabatan Hampir Habis, Soedarman Tak Kunjung Dilantik Jadi Wakil Bupati Malang

Kompas.com - 21/07/2020, 17:15 WIB
Wakil Bupati Malang terpilih, Mohamad Soedarman saat ditemui di rumahnya di Kawasan Sudimoro, Kota Malang, Selasa (21/7/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWakil Bupati Malang terpilih, Mohamad Soedarman saat ditemui di rumahnya di Kawasan Sudimoro, Kota Malang, Selasa (21/7/2020).

MALANG, KOMPAS.com - Terpilih sebagai Wakil Bupati Malang, Mohamad Soedarman sampai saat ini belum juga dilantik.

 

Soedarman memenangi proses pemilihan di DPRD Kabupaten Malang pada 9 Oktober 2019. Dia terpilih setelah mendapatkan 44 suara dari total 50 suara yang diberikan anggota DPRD.

Sedangkan lawannya, Abdul Rosyid Assadullah mendapatkan lima suara, serta satu suara dinyatakan tidak sah.

Soedarman terpilih menjadi Wakil Bupati Malang periode 2016-2021.

Baca juga: Viral, Tudingan RS di Surabaya Labeli Pasien Positif Covid-19, Manajemen: Pencemaran Nama Baik

Pemilihan Wakli Bupati Malang digelar untuk mengisi posisi yang kosong.

Bupati Malang Rendra Kresna saat itu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2018. Sehingga M Sanusi yang merupakan wakilnya naik jabatan menjadi bupati Malang.

Sanusi dilantik sebagai Bupati Malang pada 17 September 2019. 

Baca juga: Bangganya Penjual Es Keliling Mewisuda Putrinya meski dari Bilik Warnet

Secara politik, posisi wakil bupati merupakan hak Partai Nasdem. Namun, Nasdem mengajukan dua orang sehingga dilakukan proses pemilihan di internal DPRD Kabupaten Malang.

"Saya kan anggota Nasdem, tapi saya anggota pasif. Saya tidak aktif karena saya punya kesibukan sebagai dosen. Saya diusulkan untuk mengisi jabatan itu dengan melihat kualifikasi yang saya miliki," kata Soedarman saat ditemui di rumahnya di Kawasan Sudimoro, Kota Malang, Selasa (21/7/2020).

Setelah ada pemenang, DPRD Kabupaten Malang mengirim surat kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Lalu pada 23 Oktober 2019, Khofifah mengirim surat ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dengan usulan Soedarman sebagai Wakil Bupati Malang.

"Tanggal 23 Oktober berkirim surat ke Kemendagri. Karena sudah berkirim surat ke Kemendagri, kita pasif," katanya

Namun, posisi Soedarman sebagai Wakil Bupati Malang terpilih tidak kunjung mendapat kepastian.

Sampai akhirnya pada 12 Februari 2020 turun surat dari Kemendagri tentang klarifikasi usul pengesahan pengangkatan Wakil Bupati Malang.

Surat itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur.

Sampai saat ini belum ada kejelasan terkait jabatan Soedarman. Sudah 10 bulan kemenangan itu melekat pada Soedarman, tetapi sampai masa jabatannya akan habis, dia tidak juga dilantik.

Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Malang periode 2016-2021 akan berakhir pada Bulan Februari 2021. Saat ini Kabupaten Malang sedang melaksanakan tahapan pemilihan kepada daerah.

Sempat dampingi kegiatan bupati

Soedarman tidak menduga kemenangannya sebagai Wakil Bupati Malang bakal terganjal.

Selama ini Soedarman berpikir positif. Bahkan dirinya sempat mendampingi Bupati Malang Sanusi dalam sejumlah kegiatan, meski pun dirinya belum dilantik.

"Sempat mendampingi kegiatan di Pemkab. Tapi setelah itu tidak ada kegiatan di Pemkab. Setelah itu tidak ada kegiatan lagi," katanya.

"Saya dari awal ingin mengabdi. Saya tidak ingin aneh-aneh, tapi saya dibuat aneh-aneh," kata Soedarman menambahkan.

Untuk mempersiapkan jabatannya itu, Soedarman cuti sebagai dosen akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara.

Soedarman mengaku tidak mengetahui instansi mana yang menghambat prosesnya sebagai Wakil Bupati Malang.

"Saya tidak tahu, ini kayak benang ruwet," ungkapnya.

Tetap Menunggu

Soedarman tetap menunggu sampai ada keputusan terkait dengan nasibnya sebagai Wakil Bupati Malang terpilih.

Ia mengaku tidak akan menggunakan langkah hukum.

"Menunggu. Saya tidak akan melakukan langkah apa pun. Apalagi sekarang sudah pandemi, tidak akan nguber jabatan, karena jabatan itu amanah," katanya.

Ada dua hal yang membuat Soedarman tidak menempuh jalur hukum.

Pertama, dia tidak ingin mengejar jabatan terlalu berlebihan. Sebab, dia hanya ingin mengabdi.

Kedua, masyarakat Indonesia termasuk warga di Kabupaten Malang sedang menghadapi pandemi Covid-19 sehingga tidak wajar jika ada perebutan jabatan.

 

Soedarman mengaku pasrah meskipun dirinya tidak dilantik sampai masa jabatannya selesai.

"Saya legowo meskipun ini sad ending. Minimal ini menjadi pembelajaran," katanya.

Dikutip dari Surya, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, DPRD telah menjalankan tugas sesuai kewenangan yang berlaku.

"DPRD Kabupaten Malang kewajibannya sudah menghantarkan. Terkait dengan memformalkan secara keseluruhan, itu menjadi kewenangannya Kemendagri," tutur Didik ketika dikonfirmasi, Senin (20/7/2020).

DPRD Kabupaten Malang juga sudah berkomunikasi dengan Kemendagri tentang kepastian pelantikan Soedarman.

"Kami tegaskan sudah melaksanakan tugas sesuai apa yang diperintahkan, dan semua berjalan dengan baik,” ungkap Didik.

Sementara itu, Bupati Malang Muhammad Sanusi mengaku hanya bisa menunggu terkait pelantikan Soedarman jadi wabup.

"Karena kepastian pelantikan kalau ada SK (surat keputusan). Jika tidak ada ya enggak bisa," ucap Sanusi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangis Haru Kembar Trena-Treni, Terpisah 20 Tahun  Akhirnya Bertemu di Stasiun Tasikmalaya

Tangis Haru Kembar Trena-Treni, Terpisah 20 Tahun Akhirnya Bertemu di Stasiun Tasikmalaya

Regional
Cellica-Aep Dituding Beri Uang ke 5 Pimpinan Ponpes, Tim Pemenangan Laporkan Ketua PCNU Karawang

Cellica-Aep Dituding Beri Uang ke 5 Pimpinan Ponpes, Tim Pemenangan Laporkan Ketua PCNU Karawang

Regional
'Kalau Dikubur di Malaysia Rp 9,8 Juta, Kalau Dibawa Pulang Rp 32 Juta'

"Kalau Dikubur di Malaysia Rp 9,8 Juta, Kalau Dibawa Pulang Rp 32 Juta"

Regional
Video Viral Ibu-ibu Berkelahi di Depan Mal, Diduga karena Pesanan Toko Online Tak Dibayar

Video Viral Ibu-ibu Berkelahi di Depan Mal, Diduga karena Pesanan Toko Online Tak Dibayar

Regional
Kisah Irma Rintis Usaha Brownies Tempe, Nyaris Gulung Tikar akibat Pandemi

Kisah Irma Rintis Usaha Brownies Tempe, Nyaris Gulung Tikar akibat Pandemi

Regional
Terbukti Korupsi, Bupati Solok Selatan Nonaktif Muzni Zakaria Divonis 4 Tahun Penjara

Terbukti Korupsi, Bupati Solok Selatan Nonaktif Muzni Zakaria Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Masa Pandemi, Komplotan Maling Ini Leluasa Bobol Sejumlah Sekolah di Riau

Masa Pandemi, Komplotan Maling Ini Leluasa Bobol Sejumlah Sekolah di Riau

Regional
Seluruh Pasien Covid-19 Klaster Demo di Semarang Sembuh

Seluruh Pasien Covid-19 Klaster Demo di Semarang Sembuh

Regional
Penemuan Bayi Hiu Bermata Satu Mirip Mata Manusia Bikin Geger, Warga: Itu Pertanda...

Penemuan Bayi Hiu Bermata Satu Mirip Mata Manusia Bikin Geger, Warga: Itu Pertanda...

Regional
Bawaslu akan Beri Sanksi 2 Paslon Pilkada Simalungun yang Langgar Protokol Kesehatan

Bawaslu akan Beri Sanksi 2 Paslon Pilkada Simalungun yang Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Foto Bersama Bobby Nasution, Wagub Sumut Musa Rajeckshah Dilaporkan ke Bawaslu

Foto Bersama Bobby Nasution, Wagub Sumut Musa Rajeckshah Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Gubernur Banten Kembali Perpanjang PSBB hingga 19 November

Gubernur Banten Kembali Perpanjang PSBB hingga 19 November

Regional
Kepala BNN RI: Tangerang Raya Jadi Perhatian, Ada Bandar Narkoba Berjaringan Luas

Kepala BNN RI: Tangerang Raya Jadi Perhatian, Ada Bandar Narkoba Berjaringan Luas

Regional
Seorang Sopir Taksi Online Dianiaya 10 Orang Saat Cari Perlindungan di Kantor Polisi

Seorang Sopir Taksi Online Dianiaya 10 Orang Saat Cari Perlindungan di Kantor Polisi

Regional
Cerita Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam Ganja di Rumah, Bantah Sembunyi-sembunyi dan Kata Warga

Cerita Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam Ganja di Rumah, Bantah Sembunyi-sembunyi dan Kata Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X