Viral, Video Nenek Diduga Dipaksa Berjualan oleh Sang Anak di Yogyakarta

Kompas.com - 20/07/2020, 14:04 WIB
Suasana Jalan Letjen S Parman, Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Senin (20/7/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoSuasana Jalan Letjen S Parman, Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Senin (20/7/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Viral video dan foto seorang nenek yang berjualan keliling di area Patangpuluhan, Yogyakarta. Nenek itu diduga disuruh berjualan oleh sang anak.

Video tersebut diposting oleh akun Instagram @infojogjaupdate 18 jam dengan caption, "Simbah sudah sepuh (tua) banget disuruh muter jualan oleh anaknya tanpa dikasih makan dan minum. Pulang cuma dinaikkan motor roda 3 di belakang".

Video viral itu dibenarkan oleh warga Mancasan, Kecamatan Wirobrajan, Sujasno (66).

Video itu memperlihatkan seorang nenek membawa dua bungkus keresek berisi buah salak, berjalan menyusuri jembatan Tamansari, jalan Letjen S Parman, Yogyakarta.

"Memang benar dan sering lewat daerah sini," kata Sujasno saat ditemui di kediamannya, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Viral, Video Warga Demo Tak Terima Pemulasaraan Anak Bak Pasien Corona

Menurut Sujasno, sudah lebih dari satu bulan nenek tersebut berjualan melewati rumahnya, dan ditunggu oleh satu orang di sebuah motor beroda tiga tak jauh dari rumah Sujasno.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sering lewat sini, kemarin sempat ditanya nenek itu menjawab kalau ditunggu oleh anaknya pakai sepeda motor roda tiga," katanya.

Dia mengaku tidak mengetahui asal nenek-nenek yang berjualan.

"Yang jelas bukan warga sini, kalau dipaksa untuk berjualan saya kurang tahu kalau itu," tambahnya.

Baca juga: Video Viral 4 Siswi Nyaris Terseret Arus Sungai Saat Berangkat Sekolah, Apa Kata Disdik?

Sementara itu, Kapolsek Wirobrajan, Kompol Endang Sri Widiyanti, mengaku telah mengantongi identitas dari nenek yang diduga dipaksa berjualan oleh anaknya.

"Sudah dilakukan penelusuran dan didapat bahwa nenek tersebut berasal dari RT 4, Jambon, Gamping, Sleman. Kami juga sudah koordinasikan dengan Kapolsek Gamping," katanya.

Kapolsek menambahkan, jika masih beroperasi dan diketahui oleh pihaknya, ke depan akan dilakukan pembinaan terhadap sang nenek.

"Kalau menemukan lagi mereka masih berjualan keliling, kami akan berikan pembinaan dan memberikan solusinya. Kami tetap mengimbau jangan gunakan orangtua untuk bekerja anaknya saja masih sehat," tegasnya.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X