Alasan Polisi Tak Menahan Anggota DPRD yang Jamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Kompas.com - 20/07/2020, 13:47 WIB
Jenazah pasien Covid-19 dibawa pulang pihak keluarga setelah dijamin oleh anggota DPRD Makassar, Sabtu (27/6/2020). IstimewaJenazah pasien Covid-19 dibawa pulang pihak keluarga setelah dijamin oleh anggota DPRD Makassar, Sabtu (27/6/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar tidak menahan Andi Hadi Ibrahim Baso, anggota DPRD Kota Makassar yang jadi tersangka kasus pengambilan jenazah pasien Covid-19 di RSUD Daya.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul mengungkapkan, alasan pihaknya tidak menahan Andi Hadi dikarenakan legislator fraksi PKS tersebut kooperatif.

"Selama proses penyelidikan sampai penyidikan yang bersangkutan sangat kooperatif dan tidak mempersulit proses penyidikan," kata Agus saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Jadi Tersangka, Anggota DPRD Penjamin Pengambilan Jenazah Pasien Covid-19 Belum Ditahan

Agus mengatakan, penyidik masih akan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi agar dapat disinkronkan dengan keterangan Andi Hadi yang diperiksa pada Jumat 17 Juli.

Senada dengan Agus, Kapolrestabes Makassar Kombes (Pol) Yudhiawan Wibisono menyebut pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak RSUD Daya tempat jenazah diambil.

Salah satu yang akan diperiksa mantan direktur RSUD Daya Makassar dr. Ardin Sani.

"Pihak rumah sakit harus dicek itu, kenapa dia mengizinkan. Sebenarnya dia punya kewenangan penuh.

Baca juga: Anggota DPRD yang Jamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Tidak Ditahan

Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD Kota Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso yang ditetapkan tersangka atas kasus pengambilan jenazah pasien Covid-19 di RSUD Daya Makassar tidak ditahan.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, penyidik masih akan melakukan pemeriksaan terhadap legislator Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

"Menurut pertimbangan penyidik belum dilakukan penahanan. Mungkin tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti. Secara teknis nanti penyidik yang sampaikan," kata Yudhiawan, saat diwawancara wartawan, Minggu (19/7/2020).

Andi Hadi, kata Yudhiawan, diperiksa pada Jumat 17 Juli di ruang penyidik Reskrim Makassar. Hadi diperiksa kurang lebih selama 14 jam.

Hadi dicecar pertanyaan seputar kejadian pengambilan jenazah pasien Covid-19 tersebut termasuk alasan dirinya menjadi penjamin jenazah itu.

Hadi juga ditanya seputar bagaimana dia mengambil jenazah, pengetahuan soal aturan pemakaman jenazah PDP maupun Covid-19.

"Dia berani menjamin, berarti ada hubungan emosional dengan almarhum. Yang jelas jika dia berani menjamin kan dirinya itukan sudah ada niat, dan berani mengambil segala risiko, apalagi ada surat pernyataan," kata Yudhiawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Regional
Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Regional
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Regional
Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Regional
Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Regional
Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Regional
Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Regional
KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X