Geger Penemuan Tulang Belulang Manusia di Bawah Pohon Cokelat

Kompas.com - 20/07/2020, 12:05 WIB
Polisi saat olah TKP temuan tulang belulang manusia di Banjar Parekan, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, Minggu (19/7/2020). IstimewaPolisi saat olah TKP temuan tulang belulang manusia di Banjar Parekan, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, Minggu (19/7/2020).

BADUNG, KOMPAS.com - Warga di Banjar Parekan, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, digegerkan dengan temuan tulang belulang manusia, Minggu (19/7/2020).

Tulang belulang tersebut ditemukan di pinggir sungai, wilayah tegal atau tanah milik Wayan Toko.

Kasubag Humas Polres Badung Ketut Gede Oka Bawa mengatakan, korban merupakan Rokani (44) asal Tulungagung, Jawa Timur.

Polisi masih mendalami temuan kerangka tersebut dan belum memastikan apa penyebab kematiannya.

Baca juga: 16 Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgah Bali pada September-Desember

 

Namun, dari barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi, korban diduga bunuh diri.

"Ya, diduga bunuh diri. Tapi, kami masih belum bisa menyimpulkan, masih diperiksa," kata Oka, saat dihubungi, Senin (20/7/2020) pagi.

Saat olah TKP, polisi menemukan kain sarung warna merah yang terikat di pohon coklat.

Kemudian, rahang dari korban juga ditemukan menempel di kain sarung tersebut.

Saat ditemukan, korban mengenakan baju warna hijau bertuliskan jack daniel, celana jeans warna biru, celana dalam merah marun, handuk, dan ikat pinggang hitam.

Lalu, di samping tulang belulang tersebut juga ditemukan botol baigon dan bungkusan tas plastik berisi celana dalam, sarung, baju kaos, kemeja, sarung, obat sangobion, korek gas dan hand body.

Kemudian, ditemukan sebuah dompet warna cokelat berisi uang Rp 50.000 dan kartu debit BRI.

Dari keterangan Dyan Eko Saputro yang mengaku keluarga korban, Rokani meninggalkan tempat tinggalnya di Gianyar pada 27 April 2020.

Korban saat itu berencana pulang kampung dan tiket sudah dibelikan oleh bosnya.

Namun, tiket tersebut dibatalkan tanpa tahu alasannya.

Malam harinya, korban pamit untuk mengambil laundry. Namun, korban tidak datang lagi dan sudah tidak bisa dihubungi lagi.

Baca juga: Warga Bogor Digegerkan Temuan Kerangka Manusia dan Koin Tahun 1815

Hilangnya korban juga sempat dilaporkan ke Polsek Ubud pada 9 Juni 2020.

Selain itu, korban juga diketahui mempunyai sakit tekanan darah rendah.

Tulang belulang tersebut awalnya ditemukan warga bernama I Made Wirata yang berencana mencari pohon bonsai di TKP.

Setelah melintas di TKP, ia melihat kerangka tulang belulang manusia.

Karena ketakutan, ia melapor ke pihak desa dan dilanjutkan ke polisi.

Selanjutnya polisi datang dan memeriksanya. Kerangka korban dibawa ke RSUP Sanglah oleh petugas BPBD untuk diperiksa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X