Merasa Tak Tanda Tangani Surat Pemakaman Covid-19 Suami, Ibu Ini Laporkan Direktur RS

Kompas.com - 17/07/2020, 08:17 WIB
Ilustrasi pemakaman. Ilustrasi pemakaman.

KOMPAS.com- Seorang ibu di Surabaya bernama Suliyah (56) melaporkan Direktur Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya.

Suliyah tak terima suaminya dimakamkan di pemakaman Covid-19.

Ia juga geram lantaran menduga ada pemalsuan tanda tangan surat persetujuan hingga suaminya dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19.

"Saya merasa tidak pernah menandatangani surat persetujuan pemakaman jenazah suami saya di kompleks pemakaman Covid-19," ujar dia.

Baca juga: Jenazah Suami Dimakamkan di Pemakaman Covid-19, Ibu Ini Laporkan Rumah Sakit ke Polisi

Disebut karena stroke

Suliyah (kanan) melaporkan RSI Jemursari Surabaya ke Polda Jatim, Kamis (16/7/2020).KOMPAS.COM/A. FAIZAL Suliyah (kanan) melaporkan RSI Jemursari Surabaya ke Polda Jatim, Kamis (16/7/2020).
Suliyah menuturkan, sang suami sudah mengalami stroke sejak dua tahun terakhir.

Namun pada 30 Juni 2020, sakit suami Suliyah makin parah. Ia terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sana, kata Suliyah, suaminya menjalani rapid test dengan hasil non reaktif.

"Saya juga pernah tanya ke dokternya jika suami saya bukan Covid-19," kata dia.

Baca juga: Sederet Cerita Jenazah Pasien Corona Nekat Dibawa Pulang hingga Dimandikan, Ada yang Menginfeksi 15 Warga

IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

Meninggal dunia, bersitegang mengenai pemakaman

Setelah sempat menjalani perawatan, suami Suliyah mengembuskan napas terakhirnya.

"Jam 5 sore masuk rumah sakit dan pukul 9 esok paginya meninggal dunia," kata dia.

Pada saat itulah, Suliyah sempat bersitegang dengan pihak rumah sakit perihal pemakaman jenazah suaminya.

Suliyah ingin suaminya dimakamkan di pemakaman umum Wonocolo.

Tapi pihak rumah sakit, menurut Suliyah, secara sepihak memakamkan suaminya di pemakaman khusus Covid-19 dengan dasar surat persetujuan yang ditandatanganinya.

Padahal Suliyah merasa tak menandatangani surat apapun.

Baca juga: Kisah-kisah Penjemputan Pasien Positif Corona, Warga Dipeluk agar Tertular hingga Petak Umpet dengan Petugas

Laporkan direktur RS

Ilustrasi hukumShutterstock Ilustrasi hukum
Suliyah kemudian melaporkan Direktur Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya berinisial RR.

Ia dilaporkan lantaran tuduhan pemalsuan tanda tangan.

Kuasa hukum Suliyah Sholeh mengatakan dirinya membawa salinan surat diduga bertanda tangan palsu yang dimaksud.

"Di surat pernyataan ada nomor telepon yang jelas bukan nomor telepon Bu Suliyah," kata dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Editor: Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X