Cerita Mantan Pemburu TN Way Kambas, Tobat Berburu dan Bakar Hutan Setelah Diajak Usir Gajah Liar (2)

Kompas.com - 17/07/2020, 07:46 WIB
Suratno (59) mantan pemburu liar di Taman Nasional Way Kambas menceritakan pengalamannya saat dahulu masih aktif berburu, Senin (13/7/2020). Para pemburu liar biasa membakar hutan terlebih dahulu untuk memancing satwa buruan mereka. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYASuratno (59) mantan pemburu liar di Taman Nasional Way Kambas menceritakan pengalamannya saat dahulu masih aktif berburu, Senin (13/7/2020). Para pemburu liar biasa membakar hutan terlebih dahulu untuk memancing satwa buruan mereka.
Penulis Aprillia Ika
|

LAMPUNG, KOMPAS.com - Para pemburu di TN Way Kambas (TNWK) berbagi cerita saat-saat mereka berburu rusa di taman nasional tersebut.

Mereka adalah Sunarto dan Misngat. Keduanya bisa membakar tiga hingga lima lokasi di hutan untuk mengepung hewan buruannya.

Baik Sunarto maupun Misngat kini sudah tidak lagi berburu satwa di dalam kawasan konservasi TNWK.

Keduanya kini aktif sebagai personel pengusir gajah yang masuk pemukiman penduduk.

Sunarto menjadi penghalau gajah liar sejak sekitar 2009 lalu. Sedangkan Misngat menyusul masuk sekitar 2012.

Baca juga: Cerita Mantan Pemburu di TN Way Kambas, Sengaja Bakar Hutan untuk Mudahkan Perburuan (1)

Malu dan tidak enak

Bagi Sunarto, rasa malu dan tidak enak kepada tim patroli hutan membuatnya ‘gantung tombak’ dan tidak berburu lagi.

“Malu, Mas. Sudah kenal semua sama (tim) yang sering patroli,” kata Sunarto.

Sunarto diajak ikut menghalau gajah saat dia masih aktif berburu. Di sela patroli, anggota patroli sering menyebut nama seorang pemburu liar yang sering merepotkan tim keamanan hutan.

“Tapi mereka nggak tau kalau yang mereka bicarakan itu saya. Orang yang namanya disebut ada di depan mereka,” kata Sunarto dengan logat jawa yang medok.

Lantaran sering berinteraksi, Sunarto menjadi paham akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan. Dia pun menjadi semakin tidak enak, begitu pulang kembali ke rumah, tombak dan anjing-anjing berburunya masih tersimpan.

“Wis, ta’ jual kabeh kirik (anjing). Kalau masih ada, mungkin saya masih berburu,” kata Sunarto.

Baca juga: Kisah Maria Sang Dokter Rimba, Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Sedih lihat rusa mati meneteskan air mata

Selain itu, ada peristiwa lain yang membuatnya semakin memantapkan hati untuk berhenti berburu.

“Rusa, kijang itu kalau mau mati, meneteskan air mata. Dulu waktu masih berburu, saya nggak perhatikan, kasihan, Mas,” kata Sunarto.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X