Cerita Mantan Pemburu di TN Way Kambas, Sengaja Bakar Hutan untuk Mudahkan Perburuan (1)

Kompas.com - 17/07/2020, 06:45 WIB
Suratno (59) mantan pemburu liar di Taman Nasional Way Kambas menceritakan pengalamannya saat dahulu masih aktif berburu, Senin (13/7/2020). Para pemburu liar biasa membakar hutan terlebih dahulu untuk memancing satwa buruan mereka. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYASuratno (59) mantan pemburu liar di Taman Nasional Way Kambas menceritakan pengalamannya saat dahulu masih aktif berburu, Senin (13/7/2020). Para pemburu liar biasa membakar hutan terlebih dahulu untuk memancing satwa buruan mereka.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Bicara tentang kebakaran di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tidak bisa dilepaskan dari perburuan liar. Para pemburu biasa membakar hutan dahulu untuk memancing hewan buruan.

Raut wajah Suratno sedikit bingung saat teman mainnya mengajak ke dalam kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas. Kala itu, Suratno masih berumur sekitar 17 tahun.

Teman mainnya itu membawa kawanan anjing kampung dan beberapa bilah tombak.

Bersama sejumlah orang lain yang telah berkumpul, Suratno masuk jauh ke dalam kawasan hutan, hingga ke area padang rumput.

Baca juga: Petugas Perlindungan Anak Lampung Timur yang Cabuli Korban Perkosaan Menyerahkan Diri

Anjing-anjing menyalak dan mengejar sejumlah kijang yang berada di padang rumput. Beberapa kijang terkepung anjing. Pemuda-pemuda lain yang baru Suratno kenal, maju dan melemparkan tombak.

“Waktu itu di dalam (kawasan TNWK) masih ada kampung, lupa saya tahun berapa, tapi seingat saya waktu (umur) 17 tahun. Tapi sekarang, kampung-kampung itu sudah nggak ada,” kata Suratno (59) ditemui di rumahnya di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, Senin (12/7/2020) petang.

Suratno adalah salah satu personel pengamanan swadaya masyarakat di desanya dengan tugas mengusir gajah-gajah liar yang masuk ke kawasan desa. Di masa mudanya, Suratno terkenal sebagai pemburu menjangan (kijang) yang ‘licin’.

Baca juga: Taman Nasional Way Kambas Belum Berencana Buka Akses Wisata

Suratno adalah spesialis pemburu yang menggunakan anjing dan tombak. Lebih dari dua dekade Suratno keluar masuk kawasan TNWK dan leluasa memburu kijang.

Suratno biasa berhari-hari di dalam hutan untuk berburu kijang dengan daya jelajah yang luas.

‘Kelicinan’ Suratno dalam ‘jagat’ perburuan di dalam kawasan konservasi itu sudah terkenal. Tidak sekali – dua kali Suratno terpergok, bahkan terpojok oleh polisi hutan yang berpatroli.

Namun, tidak sekalipun Suratno tertangkap.

“Kalah ‘mlebu’ (lari) mereka. Kalau sampai terpojok, saya incar yang paling nggak siap, begitu lolos ya lari, kadang ngumpet di rawa,” kata Suratno sambil terkekeh geli.

Baca juga: Cerita Mantan Pemburu TN Way Kambas, Tobat Berburu dan Bakar Hutan Setelah Diajak Usir Gajah Liar (2)

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.