Saat Ketua DPRD Riau Dimarahi Hakim

Kompas.com - 09/07/2020, 17:38 WIB
Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet saat menjadi saksi dalam sidang dugaan kasus korupsi Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Kamis (9/7/2020). Dok. istimewaKetua DPRD Riau Indra Gunawan Eet saat menjadi saksi dalam sidang dugaan kasus korupsi Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Kamis (9/7/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau Indra Gunawan Eet bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Kamis (9/7/2020).

Indra menjadi saksi untuk terdakwa Bupati Bengkalis, Amril Mukminin.

Indra Gunawan Eet dihadirkan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara suap pembangunan proyek Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Baca juga: Viral, Video Kejar-kejaran dan Suara Tembakan Mirip Adegan Film

Dalam persidangan, Indra Gunawan dicecar pertanyaan soal "uang ketuk palu" yang diterimanya.

Namun, hakim sempat marah karena Indra Gunawan banyak menjawab tidak tahu.

Kemarahan majelis hakim yang dipimpin Lilin Herlina berawal ketika Eet ditanya terkait adanya paket proyek multiyears di Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Eet mengaku tidak mengetahui tentang paket proyek tersebut dan mengatakan dirinya tidak hadir pada saat pembahasan.

"Saya tidak tahu berapa paket yang dibahas. Pengesahan saya tidak hadir. Tidak tahu, tidak ikut rapat, pengesahan tidak hadir," kata Eet.

Lalu, hakim bertanya terkait adanya bagi-bagi uang ketuk palu untuk pengesahan APBD 2012.

Eet menjawab tidak pernah menerima uang ketuk palu.

"Saya tidak pernah terima," kata dia.

Eet menyebutkan, dia baru mendengar adanya uang ketuk palu setelah dirinya menerima telepon dari Thamrin, sebelum pengesahan APBD.

Setelah mendengar hal itu, dia mengaku melarang agar tidak menerimanya.

"Saya pernah memperingati jangan pernah terima apapun. Saya telepon dari ketua fraksi dan bendahara. Saya bilang jangan terima, info mau OTT (operasi tangkap tangan)," ujar Eet yang merupakan mantan anggota DPRD Bengkalis 2009-2014.

Hakim mengulang kembali keterangan saksi Firzal Fudhail dan Jamal Abdillah di persidangan pada Kamis lalu.

Para saksi sebelumnya menyebutkan bahwa Eet menerima uang ketuk palu.

Namun, lagi-lagi Eet membantah.

"Saya sudah disumpah. Saya tidak pernah menerima uang dari Jamal, Firzal dan Syahrul," kata dia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kereta Api Pariwisata Kembali Dioperasikan, Perhatikan Ketentuannya

Kereta Api Pariwisata Kembali Dioperasikan, Perhatikan Ketentuannya

Regional
Kala 'Punakawan' Beraksi di Solo, Ajak Warga Tak Golput

Kala "Punakawan" Beraksi di Solo, Ajak Warga Tak Golput

Regional
Tak Punya 'Smartphone', Siswa SMP Ini Belajar Sendirian di Lab Komputer Sekolah

Tak Punya "Smartphone", Siswa SMP Ini Belajar Sendirian di Lab Komputer Sekolah

Regional
Speedboat Terseret ke Bawah Tongkang Batu Bara, 5 Penumpang Hilang

Speedboat Terseret ke Bawah Tongkang Batu Bara, 5 Penumpang Hilang

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 5 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 5 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 5 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 5 Agustus 2020

Regional
Nekat Daki Gunung Slamet Saat Status Waspada, Bapak dan Anak Ini 'Di-blacklist'

Nekat Daki Gunung Slamet Saat Status Waspada, Bapak dan Anak Ini "Di-blacklist"

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Agustus 2020

Regional
3 Pria Mengaku Polisi Berpangkat AKBP dan Peras Anggota DPRD

3 Pria Mengaku Polisi Berpangkat AKBP dan Peras Anggota DPRD

Regional
Cegah Klaster Perkantoran, ASN Pemkot Ambon Wajib Tes Swab Setiap Bulan

Cegah Klaster Perkantoran, ASN Pemkot Ambon Wajib Tes Swab Setiap Bulan

Regional
Tjahjo Kumolo: Cornelis Lay Sosok yang Konsisten di Dunia Intelektual

Tjahjo Kumolo: Cornelis Lay Sosok yang Konsisten di Dunia Intelektual

Regional
Khawatir Tertular Covid-19, Bupati Polewali Mandar Berkantor di Tempat Terbuka

Khawatir Tertular Covid-19, Bupati Polewali Mandar Berkantor di Tempat Terbuka

Regional
Mahasiswa Unair Pelaku Fetish Kain Jarik di-DO, Langgar Etik dan Coreng Nama Kampus

Mahasiswa Unair Pelaku Fetish Kain Jarik di-DO, Langgar Etik dan Coreng Nama Kampus

Regional
Masih Zona Merah, Sekolah di Malang Akan Dibuka untuk Simulasi

Masih Zona Merah, Sekolah di Malang Akan Dibuka untuk Simulasi

Regional
Penumpang 1 Pesawat dengan Warga Jombang yang Positif Covid-19 Diminta Melapor ke Dinkes Pontianak

Penumpang 1 Pesawat dengan Warga Jombang yang Positif Covid-19 Diminta Melapor ke Dinkes Pontianak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X