Kompas.com - 07/07/2020, 11:00 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustopa AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGKetua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustopa

INDRALAYA, KOMPAS.com - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir akan mendorong DPRD untuk membentuk panitia khusus (Pansus) untuk meminta keterangan dari Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam.

Pansus tersebut terkait pemecatan 109 tenaga kesehatan di RSUD Ogan Ilir beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustopa mengatakan, pembentukan Pansus tersebut akan didorong apabila Bupati tidak menindaklanjuti Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman Sumsel.

Baca juga: Pemecatan 109 Nakes Dianggap Maladministrasi, Bupati Ogan Ilir Sebut Mengada-ada

"Kita lihat nanti LAHP-nya seperti apa. Kalau memang tidak dijalankan oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati, kami akan dorong ini menjadi Pansus. Jika memang nanti ada lebih dari satu fraksi yang akan mengusulkan tindakan lebih jauh, tentu akan kami dorong," kata Rizal kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Menurut Rizal Mustopa, sebelumnya saat memanggil pihak-pihak yang terkait pemberhentian 109 tenaga kesehatan tersebut,  Komisi IV sudah merekomendasikan lima poin yang menjadi kesimpulan Komisi.

Rizal mengatakan, DPRD juga sudah menyikapi itu dan juga telah berkoordinasi dengan pihak Ombudsman.

Baca juga: Lewat Pengakuan Dosa, 240 Polisi di Sumsel Mengaku Gunakan Narkoba

Sementara itu, saat ditanya mengenai rencana Pansus, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam mengatakan bahwa dia tidak merasa ada yang salah dalam pemecatan 109 tenaga kesehatan.

"Dilihat dulu yang mana yang salah yang mana yang benar. Yang saya salah itu di mana? Coba kamu menuntut bahwa tidak ada APD, padahal lengkap semua, kamu kan cek sendiri. Ombudsman dan DPRD Sumsel dan DPRD Ogan Ilir sudah datang untuk mengecek," kata Ilyas.

Ilyas meyakini bahwa apa yang dilakukannya sudah benar.

Sebab 109 tenaga kesehatan itu sudah tidak masuk kerja selama 5 hari. Menurut Ilyas, mereka sudah diminta masuk kerja, namun tetap tidak mau masuk.

"Kalau menurut saya itu sudah benar. Kalau ada yang salah nanti kita evaluasi, kita lihat," kata Ilyas.

Seperti diberitakan, Ombudsman Sumsel telah mengeluarkan siaran pers hasil pemeriksaan dan klarifikasi pemberhentian 109 tenaga kesehatan di RSUD Ogan Ilir.

Sejumlah pihak dari perwakilan 109 tenaga kesehatan, Ketua DPRD Ogan Ilir, Kabag Hukum Pemkab Ogan Ilir,  Persatuan Perawat Nasional Indonesia Wilayah Sumatera Selatan hingga Bupati Ogan Ilir dan Direktur RSUD Ogan Ilir telah diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan itu, menurut Kepala Perwakilan Ombudsman Sumsel M Adrian Agustiansyah, ditemukan dugaan perbuatan maladministrasi oleh Bupati Ogan Ilir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.