Dokter di NTT Positif Corona Usai Pulang dari Bali

Kompas.com - 05/07/2020, 15:39 WIB
Ilustrasi pasien virus corona KOMPAS.COM/ShutterstockIlustrasi pasien virus corona

KUPANG, KOMPAS.com - Seorang dokter yang bertugas di salah satu puskemas di wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), positif Covid-19.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest S Ludji, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon seluler, Minggu (5/7/2020).

Ernest menuturkan, dokter tersebut menjadi yang pertama di NTT yang positif corona.

"Dokter tersebut merupakan pelaku perjalanan dari Bali menuju Kota Kupang," ungkap Ernest.

Baca juga: Dokter Senior Meninggal karena Covid-19, Mengabdi sejak 1980

Ernest mengatakan, dokter tersebut melakukan tes swab di Bali dan baru mengetahui dirinya positif corona setelah tiba di Bandara El Tari Kupang.

Dari bandara El Tari, lanjut Ernest, sang dokter lalu dievakuasi ke Rumah Sakit SK Lerik dengan ambulans oleh tim yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

"Saat ini, dia dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang," ujar Ernest.

Ernest menuturkan, pasien positif Covid-19 di Kota Kupang masih tercatat 3 orang dari total 36 kasus.

Baca juga: Gangguan Server Warnai UTBK Sesi Pertama Gelombang I di UNS Solo

Dari jumlah itu, 32 orang sembuh dan satu orang meninggal.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 63 orang, 46 sembuh, 5 orang meninggal dan 12 masih dirawat.

"Adapun orang tanpa gejala yang masih dipantau 131 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau sebanyak 3 orang," tutup dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X