Almarhum Hilmi Aminuddin Positif Corona, Sempat Menolak Berobat, Istri dan Anak Juga Terinfeksi Covid-19

Kompas.com - 03/07/2020, 18:05 WIB
Situasi pengetesan swab terhadap keluarga hingga pegawai almarhum ustaz Hilmi Aminuddin menjalani tes swab di Padepokan Madani, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (3/7/2020) pagi. KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANISituasi pengetesan swab terhadap keluarga hingga pegawai almarhum ustaz Hilmi Aminuddin menjalani tes swab di Padepokan Madani, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (3/7/2020) pagi.

KOMPAS.com- Hasil pemeriksaan medis pendiri sekaligus mantan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustaz Hilmi Aminuddin yang meninggal beberapa waktu lalu rupanya dinyatakan positif Covid-19.

Meski sempat menunjukkan gejala, pihak keluarga tidak menyangka jika almarhum Ustaz Hilmi terinfeksi virus corona.

Sebab diketahui Ustaz Hilmi juga memiliki penyakit bawaan.

Baca juga: Anak dan Istri Hilmi Aminuddin Positif Corona, 41 Kerabat dan Pegawai Jalani Tes Swab

Sempat menolak berobat, memiliki penyakit bawaan

Salah satu pendiri yang juga mantan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi AminuddinDOKUMENTASI DPP PKS (FOTO: JULIYANTO) Salah satu pendiri yang juga mantan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin
Perwakilan keluarga Hilmi Aminuddin, Nevi Hendri, mengatakan almarhum sempat mengalami demam dan sedikit diare.

Namun saat itu Hilmi menolak dirawat di rumah sakit.

"Waktu itu kita belum menduga Covid-19. Jadi beliau panas demam kemudian ada diare sedikit. Kita memaksa untuk berobat ke rumah sakit karena panasnya gak turun. Ini ikhtiar kita untuk mendapat perawatan terbaik. Malah beliau menolak," kata Nevi di Padepokan Madani, Jumat (3/7/2020).

Nevi mengatakan Hilmi memiliki penyakit bawaan, namun dia tidak tahu secara pasti apa penyakit yang dia derita.

"Beliau memang ada penyakit, tapi saya tak tahu persis penyakitnya apa karena saya bukan dari keluarga inti. Tapi beliau ada penyakit tertentu ada batuknya," ucap dia.

Baca juga: Jenazah Hilmi Aminuddin Akan Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

Ilustrasi corona virus (Covid-19)shutterstock Ilustrasi corona virus (Covid-19)

Anak-istri juga positif

Setelah diketahui bahwa Ustaz Hilmi Aminuddin positif Covid-19, orang-orang di sekitarnya kini menjalani rapid test.

"Kita melaksanakan swab test kepada keluarga besar almarhum yang memang punya riwayat kontak seminggu dua minggu sebelum beliau wafat," kata dia.

Istri dan anak Hilmi rupanya juga dinyatakan positif Covid-19. Kondisi keduanya baik dan masih dirawat di RS Santosa Bandung.

"Sekarang dalam posisi dirawat istri beliau dan anak beliau yang besar positif dirawat di rumah sakit santosa. Karena ada gejala, ya agak sesak kan itu salah satu gejalanya. Kondisinya ibu kemarin dalam level yang baik. Masih bisa video call, anaknya sama baik menurut pengamatan yang datang ke rumah sakit," paparnya.

Baca juga: Ridwan Kamil Mengenang Almarhum Hilmi Aminuddin: Beliau Banyak Memberi Nasihat

41 orang dites swab

Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.Horth Rasur Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.
Total ada 41 orang yang dites swab setelah almarhum dinyatakan positif Covid-19.

Mereka terdiri dari keluarga, staf padepokan hingga petugas pengamanan.

"Juga ditambah dengan para staf yang ada di sini baik sekuriti, dari ajudan dan sebagainya. Dan juga kita libatkan semua tim yang terlibat di pemakaman," lanjutnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku belum mendapatkan hasil tes swab di Padepokan Madani.

"Kita sudah melakukan tes swab kepada keluarga dan lingkaran yang terkait erat, hasilnya belum kami peroleh. Kalaupun ada nanti akan disampaikan secara proporsional kepada masyarakat," jelasnya kepada Kompas.com, Jumat (3/7/2020).

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani | Editor : Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X