191 Warga Terjangkit Chikungunya, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkot Kediri

Kompas.com - 29/06/2020, 23:38 WIB
(Ilustrasi) Petugas melakukan pengasapan penuntasan Fogging memberantas nyamuk penyebab Demam Berdarah Deungue (DBD) di Desa Loh Kumbang, Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/12/2019). Data bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, Januari hingga Desember 2019 jumlah kasus DBD mencapai 70 kasus dengan penderita meninggal dunia nihil, angka itu turun dibandingkan tahun 2018 yakni 97 kasus dengan satu orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Rahmad/foc. ANTARA FOTO/RAHMAD(Ilustrasi) Petugas melakukan pengasapan penuntasan Fogging memberantas nyamuk penyebab Demam Berdarah Deungue (DBD) di Desa Loh Kumbang, Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/12/2019). Data bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, Januari hingga Desember 2019 jumlah kasus DBD mencapai 70 kasus dengan penderita meninggal dunia nihil, angka itu turun dibandingkan tahun 2018 yakni 97 kasus dengan satu orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Rahmad/foc.

KEDIRI, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, mulai menanggulangi kasus chikungunya dan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.

Sebanyak 191 penderita chikungunya tercatat di Kota Kediri dari awal 2020. Kasus chikungunya meningkat pada Juni, sebanyak 128 kasus.

Baca juga: 191 Warga di Kota Kediri Terjangkit Chikungunya, DBD 100 Orang

Sementara kasus DBD lebih rendah, yakni 100 kasus. Jumlah kasus tertinggi tercatat pada Maret 2020, sebanyak 30 kasus.

Sejak saat itu, kasus DBD di Kediri terus menurun, sebanyak 22 kasus pada April dan 15 kasus pada Mei.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, petugas puskesmas telah berkeliling menyosialisasikan gerakan penanggulangan kasus chikungunya dan DBD.

"Sosialisasi berupa ledang dari puskesmas, pamflet dan brosur," kata Fauzan saat dihubungi, Senin (29/6/2020).

Pemkot Kediri juga membentuk kader jumantik, atau warga yang sukarela memantau keberadaan jentik nyamuk.

Wilayah tugas kader jumantik kini dipersempit menjadi satu kader mengawasi satu rumah. Hal itu dilakukan agar lebih fokus menangani jentik nyamuk.

Surat edaran Wali Kota Kediri yang berisi gerakan 3 M (menguras, menutup, dan mengubur) juga diterbitkan mendukung penanganan kasus chikungunya dan DBD.

"Serentak dua minggu sekali," lanjut dia.

Fauzan mengatakan, kegiatan fogging atau pengasapan juga dilakukan di wilayah yang memiliki temuan kasus chikungunya dan DBD.

Baca juga: Penyakit Chikungunya Pernah Serang Tangsel Tahun 2015, 75 Warga Pondok Pondok Aren Jadi Korban

Kegiatan itu dilakukan sejak Jumat (26/6/2020) di beberapa wilayah, seperti Kelurahan Tamanan dan Kelurahan Mojoroto.

Sebelumnya diberitakan, ada peningkatan cukup tinggi kasus Chikungunya di Kota Kediri. Serangan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes itu mulai terdeteksi pada bulan Maret di mana terdapat 14 kasus, April 32 kasus, Mei 17 kasus dan Juni yang menempati posisi teratas yakni 128 kasus.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curhat Nakes Terpapar Covid-19 yang Bikin Gugus Tugas Syok: Bersihkan Tempat Tidur hingga Beli Vitamin Sendiri

Curhat Nakes Terpapar Covid-19 yang Bikin Gugus Tugas Syok: Bersihkan Tempat Tidur hingga Beli Vitamin Sendiri

Regional
Jejak Hewan Liar di Jalur Pendakian Semeru, Macan Tutul Jawa atau Anjing Hutan?

Jejak Hewan Liar di Jalur Pendakian Semeru, Macan Tutul Jawa atau Anjing Hutan?

Regional
Lunasi Utang Pilkada Rp 1 M, Mantan Calon Bupati Ngaku Kepepet Edarkan Uang Palsu

Lunasi Utang Pilkada Rp 1 M, Mantan Calon Bupati Ngaku Kepepet Edarkan Uang Palsu

Regional
Jadi Korban Order Fiktif, Pengemudi Ojol Dapat Ganti Rugi dari GrabFood

Jadi Korban Order Fiktif, Pengemudi Ojol Dapat Ganti Rugi dari GrabFood

Regional
Kronologi Seorang Perempuan di Makassar Dikeroyok Tetangga gegara Status Facebook, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Perempuan di Makassar Dikeroyok Tetangga gegara Status Facebook, Pelaku Ditangkap

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Regional
Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Regional
Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Regional
38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

Regional
Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Regional
Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Regional
Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Regional
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disdukcapil Blora Tutup Sepekan

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disdukcapil Blora Tutup Sepekan

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Bogor, Rumah Rusak dan Kendaraan Terguling

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Bogor, Rumah Rusak dan Kendaraan Terguling

Regional
Banten Dipastikan Punya Pemakaman Khusus Covid-19 di Kota Serang

Banten Dipastikan Punya Pemakaman Khusus Covid-19 di Kota Serang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X