"Tuhan, dari Mana Uang Segitu, Makan Pun Kami Susah.."

Kompas.com - 20/06/2020, 15:12 WIB
Jatar Simanjuntak (26) dan istrinya Suci Mayang Sari (20) menggendong bayi semata wayang mereka yang berusia beberapa minggu dengan kondisi lahir tanpa anus (Tribun Medan/ Alija Magribi)
Jatar Simanjuntak (26) dan istrinya Suci Mayang Sari (20) menggendong bayi semata wayang mereka yang berusia beberapa minggu dengan kondisi lahir tanpa anus (Tribun Medan/ Alija Magribi)

KOMPAS.com- Seorang bayi mungil anak pasangan Suci Mayang Sari (20) dan Jatar Simanjuntak (26) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mengalami kelainan terlahir tanpa anus.

Bayi bernama Karina Nabila Uzdah yang lahir pada 22 Mei 2020 lalu itu kini selalu kesakitan saat mengeluarkan feses.

"Aku enggak kuat kalau melihat anakku menahan sakit mengeluarkan BAB lewat kantung kemihnya, aku kadang sampai nangis melihat perjuangan anakku mengeluarkan itu," tutur sang ibu, Suci Mayang Sari pilu.

Baca juga: Bayi Naufal Alami Atresia Ani, Keluarga Berutang untuk Biaya Operasi

Terdiam saat tahu lahir tanpa anus

Ilustrasi bayi dibuangSHUTTERSTOCK Ilustrasi bayi dibuang
Suci bercerita, dirinya rutin melakukan cek selama mengandung anaknya.

Berdasarkan pemeriksaan USG, dokter mengatakan putrinya dalam kondisi sehat dan sempurna.

Namun rupanya, setelah lahir, buah hatinya tak memiliki lubang anus.

"Jadi setelah saya lahiran, di situ saya terdiam dan menangis melihat anak saya tidak mempunyai lubang anus," kata dia.

Meski demikian, Suci bersyukur anaknya dilahirkan dengan selamat.

Baca juga: Geger Bungkusan Kain Kafan di Kudus, Dikira Mayat Bayi, Ada Foto Perempuan, Diduga Terkait Santet

 

ilustrasi bayiPexel ilustrasi bayi
Operasi Rp 50 juta

Semenjak saat itu, bayinya selalu kesakitan setiap buang air besar.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, dokter menyarankan supaya bayi Karina menjalani operasi pembuatan saluran anus.

Operasi tersebut membutuhkan biaya setidaknya Rp 50 juta.

Di sisi lain, pasangan itu dihadapkan pada kondisi perekonomian mereka yang pas-pasan.

Suaminya tak memiliki pekerjaan tetap, sedangkan dirinya hanya ibu rumah tangga.

"Dokter bilang, agar anak saya cepat ditangani operasinya harus ada biaya sekitar Rp 50 juta. Dalam hati ku saat itu, ‘Tuhan dari mana aku punya uang segitu, makan pun kami susah,” tutur Suci sembari berlinang air mata, seperti dilansir Tribun Medan.

Baca juga: Di Tengah Kobaran Api, Bocah 10 Tahun Itu Gendong dan Selamatkan Adik Bayinya

Urus BPJS dibantu kepala desa

Ilustrasi bayi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi bayi.
Dengan kondisi yang serba terbatas, pasangan Suci dan Jatar mengaku tak putus harapan.

Pasangan itu pun mengupayakan agar putri mereka bisa menjalani operasi.

"Sampai saat ini, kami dan keluarga masih mengurus kartu BPJS Kesehatan dibantu kepala desa,” kata dia.

Mereka terus berharap, suatu saat Karina bisa hidup normal seperti anak-anak pada umumnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Lahirkan Bayi Tanpa Anus, Pasutri di Simalungun Butuh Uang Operasi Rp 50 Juta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Regional
Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Regional
Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Regional
Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Regional
Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Regional
KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

Regional
Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Regional
Debat Pamungkas Pilkada Serang, Dua Paslon Janjikan Hal Ini

Debat Pamungkas Pilkada Serang, Dua Paslon Janjikan Hal Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X