Jalur Puncak Sempat Padat, Polres Bogor Berlakukan "One Way"

Kompas.com - 20/06/2020, 14:52 WIB
Sejumlah kendaraan yang menuju ke Puncak Pass, Bogor dicegat pihak kepolisian untuk antisipasi kepadatan kendaraan seperti akhir pekan lalu, Sabtu (20/6/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSejumlah kendaraan yang menuju ke Puncak Pass, Bogor dicegat pihak kepolisian untuk antisipasi kepadatan kendaraan seperti akhir pekan lalu, Sabtu (20/6/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Arus lalu lintas mengarah ke Puncak Bogor, Jawa Barat, masih terbilang ramai pada Sabtu (20/6/2020).

Untuk mengurangi kepadatan seperti akhir pekan lalu, Kepolisian Resor Bogor melakukan Cara Bertindak (CB) One Way.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fitra Zuanda mengatakan bahwa one way dilakukan dari arah Jakarta ke atas Puncak Pass.

"Kita terapkan CB one way arus lalu lintas ke atas karena untuk antisipasi kepadatan lalu lintas (seperti akhir pekan lalu)," ujar Fitra.

Meski begitu, ia tak menjelaskan durasi pemberlakuan CB one way tersebut.

Namun menurut Fitra, one way akan dihentikan setelah kendaraan dari arah Jakarta perlahan berkurang.

Baca juga: Ridwan Kamil Perintahkan Gugus Tugas Sidak Wilayah Puncak Bogor

Tambah petugas di simpul kemacetan

Yang jelas, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan menempatkan personel di titik kemacetan seperti di Pasar Cisarua sampai Gunung Mas Kebun Teh.

"Simpul kemacatan tetap ada ya. Tetapi sudah kita antisipasi dengan penempatan personil," jelasnya.

Sementara itu, pedagang di Puncak Bogor, Karna (39) mengakui bahwa sejak pagi tadi kendaraan dari arah Jakarta dicegat oleh pihak kepolisian.

Ia menyebut sempat terjadi kepadatan sehingga laju kendaraan seketika melambat.

Baca juga: Pemkab Bogor Gelar Razia Wisatawan di Kawasan Puncak

Buka tutup jalur ke Puncak Pass dan Cianjur

"Iya benar enggak lama cuman 30 menit dan lancar lagi. Puncak juga sudah berlaku buka tutup jalur arah ke Puncak Pass atau Cianjur," terangnya.

Selain karena itu, penyebab lalu lintas melambat karena telah digelar rapid test dan swab massal di sepanjang Jalur Puncak Bogor.

"Enggak padat seperti biasanya (akhir pekan lalu) yang mau putar jalan via alternatif juga enggak ada. Mungkin karena sekarang di bawah rest area ada penyuntik (rapid test)," bebernya.

Baca juga: Puncak Bogor Diserbu Wisatawan, Bupati Akui Keterbatasan Petugas



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X