KILAS DAERAH

Penyelesaian Proyek Sungai Rongkong dan Bendung Baliase Membutuhkan Dukungan Pemerintah

Kompas.com - 11/06/2020, 19:20 WIB
Kunjungan kerja Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Kementerian PUPR ke Kabupaten Luwu Utara untuk meninjau proyek strategis nasional, salah satunya Bendung Baliase, Rabu (10/6/2020).
DOK. Humas Pemkab Luwu UtaraKunjungan kerja Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Kementerian PUPR ke Kabupaten Luwu Utara untuk meninjau proyek strategis nasional, salah satunya Bendung Baliase, Rabu (10/6/2020).

KOMPAS.com – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Kementerian PUPR Adenan Rasyid mengatakan, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyelesaian proyek Sungai Rongkong dan Bendung Baliase.

Dia mengatakan itu saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Luwu Utara untuk meninjau proyek strategis nasional, salah satunya Bendung Baliase, Rabu (10/6/2020).

“Ini kunjungan kerja saya yang pertama di Kabupaten Luwu Utara setelah dilantik tepat satu minggu yang lalu sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang dan saya akan melihat beberapa proyek strategis nasional,” ujarnya.

Saat meninjau Sungai Rongkong, Adenan mengatakan, memang harus ada penanganan yang komprehensif di bagian hulu sungai, yaitu tata guna lahan yang terkait dengan galian C.

Baca juga: Bupati Luwu Utara Tekankan New Normal Bukan Pelonggaran Protokol Kesehatan

“Kami tentu akan terus koordinasi dengan daerah untuk penanganannya secepat mungkin, dan kami akan tetap mengontrol proyek-proyek galian C ini,” katanya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Sementara itu, untuk Bendung Baliase, Adenan menjelaskan, secara fisik bangunan bendung sudah selesai dan tinggal jaringan pengairan yang masih dalam proses untuk dituntaskan.

“Oleh karena itu, kami berharap ini cepat terealisasi agar masyarakat bisa menikmatinya,” ujar alumnus UGM ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu Utara Suaib Mansur mengatakan, kunjungan Adenan dalam rangka memastikan kondisi lapangan pasca terjadinya banjir Sungai Rongkong dan Sungai Masamba beberapa waktu lalu.

Baca juga: Banjir akibat Tanggul Sungai di Luwu Sulsel Jebol, Puluhan Rumah Warga Rusak

Menurutnya, kunjungan ini sebagai feedback atas laporan tentang banjir beberapa waktu lalu.

“Harapan kami ke depan adalah bagaimana potensi Sungai Rongkong ini bisa dimanfaatkan dengan hadirnya bendungan,” ungkapnya.

Suaib menyebut, sungai ini memiliki potensi, seperti untuk pariwisata, air minum, Pembangkit Listrik Tenaga Air, dan yang paling penting untuk mereduksi banjir yang sering terjadi setiap tahun.

Untuk itu, dia pun berharap pihak Balai bisa menyelesaikan Sungai Rongkong dari sisi banjirnya, minimal jangka pendek.

Adapun, turut hadir mendampingi kunjungi Adenan, yakni Sekretaris Daerah Armiadi, Kepala Dinas PUPR, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muslim Muhtar.

Baca juga: Kunjungi Desa Hoyane dengan Naik Ojek, Bupati Luwu Utara Patahkan Mitos Setempat



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

Regional
Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Regional
Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Regional
Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Regional
Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Regional
Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di 'Homestay' Bali

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di "Homestay" Bali

Regional
Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Regional
Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Regional
Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Regional
Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di 'Homestay', Diduga Dibunuh

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di "Homestay", Diduga Dibunuh

Regional
Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Regional
Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Regional
Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Regional
Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X