Kompas.com - 11/06/2020, 06:02 WIB
Gedung Toserba yang jadi sengketa antara Kadin Kabupaten Garut dan SMKN 1 Garut, Rabu (10/06/2020) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGGedung Toserba yang jadi sengketa antara Kadin Kabupaten Garut dan SMKN 1 Garut, Rabu (10/06/2020)

KOMPAS.com - Dadang Djohar Arifin, Kepala SMKN 1 Garut, Jawa Barat, terekam membawa pistol di kantong celana saat berdialog dengan sejumlah pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Garut, Jumat (5/6/2020).

Polres Garut mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan Dadang terkait video dirinya membawa pistol yang menjadi viral di media sosial

Sementara itu, Dadang mengaku terpaksa membawa senjata api karena merasa mendapat intimidasi ketika berdialog dengan petugas Kadin dan sejumlah ormas.

Baca juga: Ingin Buat Jera, Ayah di Temanggung Justru Bakar Hidup-hidup Anak Kandungnya hingga Tewas

Menurut Dadang, saat itu pengurus Kadin dan ormas hendak membongkar gedung Toserba di kawasan Simpang Lima, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.

Gedung itu, menurut Dadang, sedang dikelola oleh pihak sekolah.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Senjata api legal

Pelaksana Harian Plh Kasubag Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat, mengatakan, senjata api merek Baretta yang dimiliki Dadang adalah legal.

Hal itu berdasar surat ijin resmi dari Mabes Polri dengan buku kepemilikan senjata bernomor SIPSPK/10118-a/VII/2019 tertanggal 31 Juli 2019.

Menurut Muslih, Dadang mendapat hibah dari warga Kabupaten Karawang dengan surat izin Kapolri bernomor SI/4664/VII/YAAN.2.8/2019 tertanggal 31 Juli 2019.

“Senjatanya didapat dari hibah warga Karawang, direktur D’Crown, surat hibahnya juga ada,” kata Muslih.

2. Dibawa setiap hari

Ilustrasi pistol 9 mm.Shutterstock Ilustrasi pistol 9 mm.
Saat dimintai keterangan di kantor polisi, menurut pengakuan Dadang, senjata itu dibawanya setiap hari dan disimpan di dalam mobil miliknya.

“Senjatanya jenis pistol merk Barreta buatan Italia kaliber 9 mm warna hitam, setiap hari memang dibawanya, disimpan dalam mobil, katanya untuk jaga diri,” jelas Muslih.

Baca juga: Belum Terapkan New Normal, Ganjar Siapkan New Norma, Apa Itu?

Menurut Muslih, kejadian itu berawal saat Dadang mencoba memberikan penjelasan kepada massa dan pengurus Kadin Kabupaten soal aset gedung bekas toserba itu. 

“Saat melihat, ternyata gedung sudah dikuasi oleh sejumlah ormas dan pengurus Kadin, kemudian yang bersangkutan menghampiri kerumunan massa tersebut untuk memberi penjelasan,” kata Muslih.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X