KOMPAS.com - Dadang Djohar Arifin, Kepala SMKN 1 Garut, Jawa Barat, terekam membawa pistol di kantong celana saat berdialog dengan sejumlah pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Garut, Jumat (5/6/2020).
Polres Garut mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan Dadang terkait video dirinya membawa pistol yang menjadi viral di media sosial.
Sementara itu, Dadang mengaku terpaksa membawa senjata api karena merasa mendapat intimidasi ketika berdialog dengan petugas Kadin dan sejumlah ormas.
Baca juga: Ingin Buat Jera, Ayah di Temanggung Justru Bakar Hidup-hidup Anak Kandungnya hingga Tewas
Menurut Dadang, saat itu pengurus Kadin dan ormas hendak membongkar gedung Toserba di kawasan Simpang Lima, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.
Gedung itu, menurut Dadang, sedang dikelola oleh pihak sekolah.
Berikut ini fakta lengkapnya:
Pelaksana Harian Plh Kasubag Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat, mengatakan, senjata api merek Baretta yang dimiliki Dadang adalah legal.
Hal itu berdasar surat ijin resmi dari Mabes Polri dengan buku kepemilikan senjata bernomor SIPSPK/10118-a/VII/2019 tertanggal 31 Juli 2019.
Menurut Muslih, Dadang mendapat hibah dari warga Kabupaten Karawang dengan surat izin Kapolri bernomor SI/4664/VII/YAAN.2.8/2019 tertanggal 31 Juli 2019.
“Senjatanya didapat dari hibah warga Karawang, direktur D’Crown, surat hibahnya juga ada,” kata Muslih.
“Senjatanya jenis pistol merk Barreta buatan Italia kaliber 9 mm warna hitam, setiap hari memang dibawanya, disimpan dalam mobil, katanya untuk jaga diri,” jelas Muslih.
Baca juga: Belum Terapkan New Normal, Ganjar Siapkan New Norma, Apa Itu?
Menurut Muslih, kejadian itu berawal saat Dadang mencoba memberikan penjelasan kepada massa dan pengurus Kadin Kabupaten soal aset gedung bekas toserba itu.
“Saat melihat, ternyata gedung sudah dikuasi oleh sejumlah ormas dan pengurus Kadin, kemudian yang bersangkutan menghampiri kerumunan massa tersebut untuk memberi penjelasan,” kata Muslih.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.