Ini Panduan Lengkap New Normal untuk Penumpang Kereta Jarak Jauh

Kompas.com - 09/06/2020, 09:58 WIB
Ilustrasi gerbong kereta api KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi gerbong kereta api


BANDUNG, KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyiapkan pedoman new normal untuk angkutan penumpang ataupun barang.

New normal KAI ini sebagai bentuk adaptasi pelayanan perkeretaapian dengan mengurangi kontak fisik dan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Noxy Citrea saat dihubungi, Selasa (9/6/2020).

Noxy menjelaskan, pedoman new normal tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Baca juga: KAI Perpanjang Pembatalan KA Reguler, Termasuk Kereta Jakarta-Bandung

Pedoman tersebut akan diaplikasikan ketika kereta api jarak jauh reguler kembali beroperasi.

“Saat ini, KAI masih menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan dan terus memperhatikan perkembangan penerapan PSBB di berbagai daerah,” kata Noxy.

Tiket online

Pada pedoman new normal, nantinya pemesanan tiket hanya dapat dilakukan secara online yaitu aplikasi KAI Access, Web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya.

Sedangkan loket hanya difungsikan untuk pembelian go show, atau 3 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Saat memasuki area stasiun, masyarakat diwajibkan memakai masker dan suhu tubuh kurang dari 37,3 derajat celsius.

Baca juga: Penumpang Pesawat yang Mendarat di Bandara Ini Wajib Tes Swab Gratis

Pada proses boarding, penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas penumpang kepada petugas.

Jika sudah diperiksa, maka penumpang melakukan scan tiket secara mandiri.

“Langkah ini untuk meminimalisasi kontak fisik antara penumpang dan petugas,” ujar Noxy.

Pedoman di dalam kereta

Selama perjalanan, selain menggunakan masker, penumpang mengenakan face shield yang disediakan KAI.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta di Balik Oknum Karyawan BRI Diduga Korupsi Dana KUR Rp 1 M untuk Beli Motor Bekas

4 Fakta di Balik Oknum Karyawan BRI Diduga Korupsi Dana KUR Rp 1 M untuk Beli Motor Bekas

Regional
Gudang Distributor Bumbu Kering Dibobol Maling, Uang Rp 20 Juta Hilang

Gudang Distributor Bumbu Kering Dibobol Maling, Uang Rp 20 Juta Hilang

Regional
Pria Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Usai Bunuh Anaknya yang Kelas 6 SD

Pria Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Usai Bunuh Anaknya yang Kelas 6 SD

Regional
Hati-hati Ada Jaringan Perdagangan Orang, Ini Modus Mereka

Hati-hati Ada Jaringan Perdagangan Orang, Ini Modus Mereka

Regional
Wakil Bupati Gunungkidul Memohon Belas Kasihan RS Swasta Tambah Tempat Tidur

Wakil Bupati Gunungkidul Memohon Belas Kasihan RS Swasta Tambah Tempat Tidur

Regional
Bingung Digugat Anak gara-gara Fortuner, Ibu: Allah Menemani Ibu-ibu yang Besarkan Anaknya dengan Ikhlas

Bingung Digugat Anak gara-gara Fortuner, Ibu: Allah Menemani Ibu-ibu yang Besarkan Anaknya dengan Ikhlas

Regional
Tak Puas Putusan Pengadilan, Ibu yang Digugat Anak Kandung Banding

Tak Puas Putusan Pengadilan, Ibu yang Digugat Anak Kandung Banding

Regional
Ibu yang Digugat Anak Kandung karena Fortuner: Bekas Operasi Caesar Ini Tak Akan Hilang

Ibu yang Digugat Anak Kandung karena Fortuner: Bekas Operasi Caesar Ini Tak Akan Hilang

Regional
Ini Fakta Menarik Fenomena Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

Ini Fakta Menarik Fenomena Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

Regional
 Kronologi Versi Bea Cukai soal Pengejaran Kapal Penyelundup yang Tewaskan Haji Permata

Kronologi Versi Bea Cukai soal Pengejaran Kapal Penyelundup yang Tewaskan Haji Permata

Regional
Gubernur Kalbar Minta Keluarga Korban Sriwijaya Air Tak Asal Terima Tawaran Jasa Pengacara

Gubernur Kalbar Minta Keluarga Korban Sriwijaya Air Tak Asal Terima Tawaran Jasa Pengacara

Regional
Gara-gara Fortuner, Anak Gugat Ibu Kandungnya, Berikan atau Bayar Sewa Rp 200 Juta

Gara-gara Fortuner, Anak Gugat Ibu Kandungnya, Berikan atau Bayar Sewa Rp 200 Juta

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR hingga Negara Rugi Rp 1 M, Dilakukan pada 2018-2019

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR hingga Negara Rugi Rp 1 M, Dilakukan pada 2018-2019

Regional
Karyawan BRI Selewengkan Dana KUR, Nasabah yang Menerima Tidak Disurvei, Diarahkan Beli Motor Bekas

Karyawan BRI Selewengkan Dana KUR, Nasabah yang Menerima Tidak Disurvei, Diarahkan Beli Motor Bekas

Regional
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sering Terjadi, Kemarin Paling Besar dan Lama

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sering Terjadi, Kemarin Paling Besar dan Lama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X