Kompas.com - 05/06/2020, 15:40 WIB
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin, dan Dandim 0604 Karawang Letkol Inf. Medi Hariyo Wibowo meninjaudaerah terdampak abrasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jumat (5/6/2020). KOMPAS.COM/FARIDABupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin, dan Dandim 0604 Karawang Letkol Inf. Medi Hariyo Wibowo meninjaudaerah terdampak abrasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jumat (5/6/2020).

KARAWANG, KOMPAS.com - Sedikitnya 20 rumah di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang ambruk akibat diterjang banjir rob.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Nurdin mengatakan, sudah empat malam banjir rob menerjang wilayah sepanjang pantai Karawang. Desa Cemarajaya menjadi salah satu yang terparah.

"Namun malam tadi, banjir rob lebih dahsyat dari sebelumnya, hingga merobohkan sejumlah rumah. Sedikitnya ada 20 rumah," kata Nurdin ditemui di Desa Cemarajaya, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Selain merobohkan 20 rumah, sedikitnya 142 rumah sepanjang Pantai Pisangan hingga Dusun Cemara I dan II, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya rusak sedang hingga berat.

"Banjir rob juga menggenangi badan jalan, sehingga akses dari Sungaibuntu menunju ke Dusun Pisangan terputus. Ketinggian air di badan jalan mencapai 75 sentimeter," kata dia.

Tergerus abrasi

Saat ini, ratusan rumah di Desa Cemarajaya terletak persis di bibir pantai. Sebab, sejak belasan tahun silam daerah ini tergerus abrasi.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana meninjau daerah terdampak banjir rob Desa Cemarajaya, Jumat (5/6/2020) siang. Pihaknya mendirikan posko dapur umum dan memberikan bantuan beras sebanyak 2 ton kepada warga yang terdampak.

"Minimal untuk menjamin makan mereka," ungkapnya.

Baca juga: Imbas Gelombang Tinggi Air Laut di Kota Tegal, Ribuan Rumah Terendam Banjir Rob

Sementara itu , warga yang rumahnya terdampak direlokasi ke kantor desa, sekolah, dan sebagina di rumah kerabat.

Ia menyebut pihaknya berupaya mengatasi abrasi. Pada 2018, sepanjang 6,7 kilometer sabuk pantai dipasang dengan biaya sekitar Rp 30 miliar bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

 

Warga direlokasi

Seorang warga tengah membenahi rumah di Dusun Cemara 1, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jumat (5/6/2020).KOMPAS.COM/FARIDA Seorang warga tengah membenahi rumah di Dusun Cemara 1, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jumat (5/6/2020).
Pemkab Karawang juga telah membeli 3 hektar lahan untuk merelokasi warga Desa Cemarajaya yang terdampak abrasi.

Lahan tersebut terletak di Dusun Sekom, sekitar satu kilometer dari lokasi semula.

Hanya saja, saat ini baru 4.000 lahan yang dilakukan pematangan lantaran sebelumnya merupakan tambak.

"Pembangunan rumahnya akan kami anggarkan di APBD perubahan tahun ini (2020)," ungkapnya.

Relokasi sendiri, kata dia, akan dilakukan secara bertahap. Saat ini sudah sekitar 290 warga yang bersedia direlokasi.

"Relokasi bertahap. Kami juga meminta masyarakat untuk bersedia direlokasi," ujarnya.

Diketahui, banjir rob menerjang daerah di sepanjang pantai Karawang. Tahun ini disebut-sebut sebagai banjir rob terparah ketimbang tahun sebelumnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X