[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

Kompas.com - 05/06/2020, 05:45 WIB
Tangkapan layar video yang menampilkan seorang pengendara motor nampak menampar petugas SPBU di Padalarang, Jawa Barat. INSTAGRAMTangkapan layar video yang menampilkan seorang pengendara motor nampak menampar petugas SPBU di Padalarang, Jawa Barat.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah video yang merekam karyawati SPBU ditampar oleh konsumen beredar di media sosial.

Video itu direkam di SPBU Caringin, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (3/6/2020).

Peristiwa tersebut berawal saat petugas SPBU menegur seorang pria yang mendahului antrean.

Sementara itu di Maluku Barat Daya, seorang pelajar berusia 16 tahun dikeroyok tiga anggota TNI pada Jumat (22/5/2020).

Pengeroyokan terjadi karena pelajar tersebut dituduh merebut pacar anggota TNI yang berinisial M (48).

Aksi penganiayaan itu dilakukan pelaku di dua lokasi, yaitu di depan rumah MS dan di barak tempat pelaku bertugas.

Dua berita tersebut menjadi perhatian para pembaca Kompas.com. Berikut lima berita populer nusantara selengkapnya:

1. Ayah cabuli anak kandung

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
N (43) warga Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kabuoaten Dompu, Nusa Tenggara Baratdiamuk massa karena diduga hendak mencabuli E anak kandungnya sendiri yang masih berusia 16 tahun.

Peritiwa tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2020) sekitar pukul 19.45 Wita.

Pelaku sebelumnya pernah mencabuli anak kandungnya saat mereka tinggal di Kalimantan pada tahun 2016 lalu. Pencabulan kembali dilakukan pada Minggu (31/5/2020).

Pencabulan tersebut kemudian diketahui oleh salah satu tetangga korban yang kemudian melapor ke paman korban yang bernama Syarifuddin.

Sang paman langsung memanggil E dan menanyakan kejadian tersebut. Setelah mendengat cerita E, sang paman dan warga langsung mendatangi rumah N dan menghajarnya hingga babak belur.

Baca juga: Ayah yang Cabuli Anak Kandungnya Berulang Kali Terbongkar Saat Kepergok Tetangga

2. Viral video karyawati SPBU ditampar konsumen

Sebuah video yang merekan seorang petugas SPBU perempuan ditampar oleh konsumennya viral di media sosial.

Vidoe tersebut direkan di SPB Caringin, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (3/6/2020),

Kanit Reskrim Polsek Padalarang Ipda Ecep Karniman membenarkan adanya kejadian tersebut.

Namun ia membantah jika pria tersebut menampar petugas. Ayunan tangan pelaku yang terlihat menampar disebut hanya memgenai kerudung petugas SPBU.

"Seperti kayak mau ditampar tapi enggak ditampar, itu hanya mengenai kerudung saja," ucap Ecep.

Meski begitu, pihaknya mengaku bahwa ada laporan terkait peristiwa tersebut.

"Ada laporan. Kita akan upaya untuk tindak lanjuti. Masih dalam penyelidikan," kata dia.

Baca juga: Video Viral Karyawati SPBU Ditampar Konsumen yang Menyalip Antrean, Ini Kata Polisi

3. Pelajar dikeroyok tiga TNI

Ilustrasi kekerasanTOTO SIHONO Ilustrasi kekerasan
AS (16) pelajar di Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya dikeroyok tiga anggota TNI karena dituduh merebut pacar anggota TNI yang berinisial M (48).

Aksi penganiayaan itu dilakukan di dua lokasi berbeda yaitu depan rumah MS dan di barak tempat pelaku bertugas [ada Jumat (22/5/2020).

Akibat kejadian tersebut AS mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Pelaku diketahui menjabat sebagai Babinsa di Desa Hila, Kecamatan Pulau Romamgmerasa.

Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura Kolonel Jansen Simanjuntak mengaku sudah mendapat laporan terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh tiga anggotanya tersebut.

"Akan ada sanksi, sekarang sedang diproses hukum. Sanksinya bisa penjara dan ada juga sanksi disiplin dan administrasi. Oknum tersebut bisa tunda naik pangkat, kalau dia punya jabatan akan dicopot dan tidak bisa sekolah,” jelas dia.

Baca juga: 3 Anggota TNI Keroyok Pelajar SMA, Berawal dari Rebutan Pacar hingga Kapendam Turun Tangan

4. Polemik label zona hitam Surabaya

Dalam peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur, Kota Surabaya terlihat berwarna hitam sejak empat hari terakhir.Tangkapan layar Dalam peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur, Kota Surabaya terlihat berwarna hitam sejak empat hari terakhir.
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi menyebut peta Surabaya berwarna hitam sejak empat hari terakhir.

Warna hitam menunjukkan tingginya kasus Covid-19 di daerah tersebut.

Namun, seolah tak terima, Pemerintah Kota Surabaya mempertanyakan dasar ilmiah pemberian warna tersebut kepada Pemprov Jatim.

"Ini yang bikin kita jadi bertanya, kenapa Surabaya itu (warna hitam). Seharusnya dikasih alasan-alasan di Provinsi Jatim," tutur Wakil Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M Fikser.

Ia bahkan membandingkan dan mempertanyakan kondisi Surabaya dengan Jakarta perihal pelabelan zona hitam.

Pelabelan zona hitam itu mengemuka sejak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur memaparkan sejumlah data, Selasa (2/6/2020).

"Semakin banyak catatan kasusnya, warna di peta sebaran akan semakin pekat hingga berwarna hitam," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi.

Baca juga: Polemik Label Zona Hitam Surabaya, Pemprov Dianggap Sesuka Hati, Ini Akhir Ceritanya

5. Suami bunuh dan mutilasi istrinya

Ilustrasi pembunuhanKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi pembunuhan
Yusuf warga Dusun Rawa Indah, Desa Bojo, Kecamatan Budong-budong, Mamuju Sulawesi Barat memutilasi istrinya pada Senin (1/6/2020).

Usai membunuh, pelaku menangis histeris dan memeluk jasad sang istri.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Asri tetangga mereka. Saat itu Asri yang berkunjung mendapati pelaku menggenggam parang sembari mengamuk.

Ia kemudian melapor ke polisi. Saat kembali, ia terkejut melihat ada darah menetas dari atas rumah. Bersamaan dengan itu, Abdullah anak korban yang masih berusia delapan tahun berlari keluar.

Anggota Polres Mateng akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB.

Mereka mendapati jasad sang istri bersimbah darah . Sedangkan suaminya memeluk jasad istrinya dan menangis histeris.

"Korban sudah ditemukan dalam keadaan bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa. Serta pelaku dalam keadaan histeris, menangis, dan memeluk tubuh korban yang sudah tidak bernyawa," kata Kasatreskrim Polres Malang Iptu Agung.

Baca juga: Tragis, Suami Peluk Jasad Istri Sambil Menangis Histeris Usai Memutilasinya

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Agie Permadi | Editor: Aprillia Ika, Candra Setia Budi, Setyo Puji, Pythag Kurniati)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Regional
Pilkada di Klaten dan Boyolali Jadi Perhatian Khusus Polda Jateng

Pilkada di Klaten dan Boyolali Jadi Perhatian Khusus Polda Jateng

Regional
20 Pencuri Spesialis Motor Matik di DIY Dibekuk Polisi, 3 Residivis

20 Pencuri Spesialis Motor Matik di DIY Dibekuk Polisi, 3 Residivis

Regional
Dua Warga Gunungkidul Kaget Tagihan Listrik Melonjak hingga Puluhan Juta

Dua Warga Gunungkidul Kaget Tagihan Listrik Melonjak hingga Puluhan Juta

Regional
Sanksi Berat Gubernur pada Kepala Bappekab Jember, Plt Bupati Berharap Lebih Ringan

Sanksi Berat Gubernur pada Kepala Bappekab Jember, Plt Bupati Berharap Lebih Ringan

Regional
Kata BPPTKG soal Muncul Asap di 2 Titik Gunung Merapi

Kata BPPTKG soal Muncul Asap di 2 Titik Gunung Merapi

Regional
Tom Liwafa, Crazy Rich Surabaya Ucapkan Ulang Tahun kepada Istri Pakai Baliho, Keluarkan Biaya Rp 25 Juta

Tom Liwafa, Crazy Rich Surabaya Ucapkan Ulang Tahun kepada Istri Pakai Baliho, Keluarkan Biaya Rp 25 Juta

Regional
Cerita Seorang Warga Tewas Diterkam Buaya Saat Cuci Tangan, Jasadnya Ditemukan 18 Jam Kemudian

Cerita Seorang Warga Tewas Diterkam Buaya Saat Cuci Tangan, Jasadnya Ditemukan 18 Jam Kemudian

Regional
Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu Rp 1 Miliar, 4 Orang Ditangkap

Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu Rp 1 Miliar, 4 Orang Ditangkap

Regional
Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Khofifah Tunjuk Sekda Jadi Pengganti

Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Khofifah Tunjuk Sekda Jadi Pengganti

Regional
Modus Menyewa, Pria Ini Malah Gadai 11 Mobil Rental

Modus Menyewa, Pria Ini Malah Gadai 11 Mobil Rental

Regional
Kelompok Banteng Ketaton: Yel Itu Bentuk Kekecewaan Kami Terhadap Kesewenangan Risma

Kelompok Banteng Ketaton: Yel Itu Bentuk Kekecewaan Kami Terhadap Kesewenangan Risma

Regional
Jumlah Pasien Covid-19 di Kulon Progo Melonjak Selama November 2020

Jumlah Pasien Covid-19 di Kulon Progo Melonjak Selama November 2020

Regional
Pabrik Miras Bodong di Medan Digerebek Polisi, Ribuan Botol Merek Palsu Disita

Pabrik Miras Bodong di Medan Digerebek Polisi, Ribuan Botol Merek Palsu Disita

Regional
Curug Ngebul Sukabumi Kembali Makan Korban, Satu Anak Tenggelam Saat Berenang

Curug Ngebul Sukabumi Kembali Makan Korban, Satu Anak Tenggelam Saat Berenang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X