Mahasiswa Nekat Jual Siamang di Facebook, Ditangkap Saat Tunggu Pembeli

Kompas.com - 04/06/2020, 11:58 WIB
Siamang yang berhasil diselamatkan dari penjualan satwa dilindungi menjalani proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa BKSDA Bengkulu - Lampung. (FOTO: Istimewa) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYASiamang yang berhasil diselamatkan dari penjualan satwa dilindungi menjalani proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa BKSDA Bengkulu - Lampung. (FOTO: Istimewa)

LAMPUNG, KOMPAS.com – Seorang mahasiswa di Lampung ditangkap polisi karena nekat menjual siamang melalui media sosial Facebook.

Mahasiswa bernama Fahrizal Syarif (24) itu ditangkap ketika menunggu calon pembeli hewan yang dilindungi itu di depan Museum Lampung, Selasa (2/6/2020).

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Komisaris Besar (Kombes) Zahwani Pandra Arsyad (Pandra) mengatakan, pelaku ditangkap oleh aparat Subdit V Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Lampung.

“Pelaku hendak bertransaksi dengan calon pembeli di area parkir Museum Lampung, Jalan ZA Pagar Alam,” kata Pandra saat dihubungi, Kamis (4/6/2020).

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Tersangka Perdagangan Satwa Dilindungi

Dalam penangkapan itu, kata Pandra, pihaknya menemukan barang bukti berupa empat ekor siamang yang masih berusia muda (anakan) dan tiga ekor burung hantu merah.

Modus penjualan satwa dilindungi itu yakni dengan mengunggah foto dan video siamang di beberapa grup jual beli hewan peliharaan di Facebook.

Dari keterangan sementara, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung itu menjual siamang seharga Rp 1,7 juta per ekor dan burung hantu seharga Rp 700.000.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA Bengkulu – Lampung Wilayah III, dan yang dinyatakan satwa dilindungi hanya siamang saja,” kata Pandra.

Baca juga: Mengintip Perawatan Bayi Siamang dan Beruang Madu oleh BKSDA Banda Aceh

Pandra mengatakan, pelaku dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI no 5 tahun 1990 tentang konservarsi SDA Hayati dan Ekosistemnya.

“Ancaman pidana paling lama lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta,” kata Pandra.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Wilayah III BKSDA Bengkulu - Lampung, Hifzon Zawahiri mengatakan, empat siamang itu saat ini masih dalam proses rehabilitasi.

“Kondisi saat diamankan, empat anak siamang itu stres dan kekurangan makanan,” kata Hifzon.

Menurut Hifzon, keempat siamang itu akan dilepasliarkan setelah kondisinya pulih.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dihadang Longsor hingga Jalan Kaki ke Desa Terisolir, Ini Perjuangan Relawan Gempa Sulbar

Dihadang Longsor hingga Jalan Kaki ke Desa Terisolir, Ini Perjuangan Relawan Gempa Sulbar

Regional
Terdampak Gempa Sulbar, 50 Perantau Minang Tinggal di Pengungsian

Terdampak Gempa Sulbar, 50 Perantau Minang Tinggal di Pengungsian

Regional
Belasan Rumah dan Mushala Terancam Bencana Tanah Bergerak di Purworejo

Belasan Rumah dan Mushala Terancam Bencana Tanah Bergerak di Purworejo

Regional
Pengungsi Banjir Banjarmasin Butuh Popok, Susu Bayi, dan Obat-obatan

Pengungsi Banjir Banjarmasin Butuh Popok, Susu Bayi, dan Obat-obatan

Regional
Berkas Perkara Kasus Penembakan Mobil Alphard Dilimpahkan ke Kejari Solo

Berkas Perkara Kasus Penembakan Mobil Alphard Dilimpahkan ke Kejari Solo

Regional
Seorang Pejabat Pemkab Jombang Meninggal karena Covid-19, Diduga Punya Penyakit Penyerta

Seorang Pejabat Pemkab Jombang Meninggal karena Covid-19, Diduga Punya Penyakit Penyerta

Regional
12 Hari Buron, Pembunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang Tertangkap

12 Hari Buron, Pembunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang Tertangkap

Regional
Unik dan Menarik, Alasan Syaiful Gunakan Tanda Tangan Berlambang Konoha di KTP

Unik dan Menarik, Alasan Syaiful Gunakan Tanda Tangan Berlambang Konoha di KTP

Regional
Longsor di Km 31 Gunung Salak Aceh Utara, Akses ke Bener Meriah Putus, Kendaraan Antre Belasan Km

Longsor di Km 31 Gunung Salak Aceh Utara, Akses ke Bener Meriah Putus, Kendaraan Antre Belasan Km

Regional
Puluhan Kios Penjual Makanan di Megamas Manado Rusak Diterjang Ombak

Puluhan Kios Penjual Makanan di Megamas Manado Rusak Diterjang Ombak

Regional
Bupati Manggarai Timur Positif Covid-19, Pemkab Lakukan Tracing

Bupati Manggarai Timur Positif Covid-19, Pemkab Lakukan Tracing

Regional
Gelombang Mirip Tsunami Terjang Pantai di Manado, Ini Kesaksian Warga dan Penjelasan BMKG

Gelombang Mirip Tsunami Terjang Pantai di Manado, Ini Kesaksian Warga dan Penjelasan BMKG

Regional
 4.000 Lansia dengan Komorbid Dites Cepat Antigen, Sri: Tadinya Takut Hasilnya Negatif atau Positif

4.000 Lansia dengan Komorbid Dites Cepat Antigen, Sri: Tadinya Takut Hasilnya Negatif atau Positif

Regional
Gara-gara HP Curian Masih Aktif, Perempuan Pencuri Tas Ditangkap

Gara-gara HP Curian Masih Aktif, Perempuan Pencuri Tas Ditangkap

Regional
Rel Terendam Air, Perjalanan KA Rute Semarang-Solo Sempat Dialihkan

Rel Terendam Air, Perjalanan KA Rute Semarang-Solo Sempat Dialihkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X